Zul Hidayatullah
Pendidikan Fisika FKIP, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Mendesain Pembelajaran di Sekolah Zul Hidayatullah; Nunung Ariandani; Muhammad Qusyairi; Muhammad Marzuki
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i4.10355

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih dan membimbing para guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis teknologi sehingga mereka tidak lagi terbebani permasalahan administrasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keluhan guru yang merasa terbebani urusan administrasi hingga mengurangi fokus mengajar. Sementara itu, perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), sangat pesat dan dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Namun faktanya, banyak guru belum memanfaatkannya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan penggunaan AI. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam pemanfaatan AI. Program dilaksanakan dengan dua metode, yaitu ceramah dan pelatihan. Ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman konsep dan potensi AI dalam pendidikan, sedangkan pelatihan berfokus pada pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran berbantuan AI agar guru dapat langsung mengimplementasikannya dalam kegiatan mengajar sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan AI untuk perencanaan pembelajaran. Berdasarkan kuesioner evaluasi, 90% peserta menyatakan sangat puas terhadap materi, metode, dan pendampingan yang diberikan, sedangkan 10% menyatakan puas. Seluruh peserta menyebut pelatihan ini relevan dengan kebutuhan mereka dan menambah motivasi untuk memanfaatkan AI dalam pembelajaran. Dengan demikian, program pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan AI, tetapi juga memberikan kepuasan tinggi bagi peserta, menunjukkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan dan potensi keberlanjutannya di masa depan.
Pelatihan Pengolahan Limbah Kulit Bawang Merah menjadi Pestisida Nabati dalam Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Danger Zul Hidayatullah; Nuraini Nuraini; Nur Aziza Ramdani; Masda Fadilah; Baiq Ravika Aulia Wiranti; Nuriatul Masruro
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i3.12739

Abstract

Excessive use of chemical pesticides can have adverse effects on the environment, human health, and the sustainability of the agricultural sector. One viable solution is to utilize shallot skin waste as a botanical pesticide. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of Danger Village residents in processing shallot skin waste into natural pesticides to support sustainable agriculture. The methods employed included awareness-raising sessions, training, hands-on production of the botanical pesticide, and an evaluation using post-test questionnaires completed by 51 participants. The results indicated that 64.7% of participants understood the benefits of botanical pesticides, while 58.8% understood the production process. Participant satisfaction with the training was high, with an average score of 4.53 out of 5; notably, 88.2% of participants rated the training a 4 or 5. In addition to increasing participant knowledge, the activity resulted in a botanical pesticide product made from shallot skins that can serve as an alternative for natural pest control. As a follow-up measure, the service team conducted outreach across all hamlets in Danger Village to broaden the dissemination of information and encourage the continued use of botanical pesticides. This initiative demonstrates that utilizing shallot skin waste has the potential to support organic waste management and the adoption of more environmentally friendly agricultural practices.