Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Literasi Keuangan Digital sebagai Upaya Pembentukan Perilaku Menabung pada Siswa SMK YSO Ninabua Wamena Jayawijaya Lazarus Vianney; Mikaus Gombo; Cliford R. Ratulangi; Raymond Piring; Debi D. Yoweni; Matilda S. Desta
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3516

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan membentuk perilaku menabung pada siswa SMKS YSO Ninabua di Wamena. Rendahnya tingkat literasi keuangan pelajar, khususnya di wilayah Papua Pegunungan, serta meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital tanpa pemahaman yang memadai menjadi latar belakang utama pelaksanaan program ini. Siswa SMK sebagai calon tenaga kerja muda perlu dibekali kemampuan pengelolaan keuangan yang rasional, terencana, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui tahap persiapan, penyampaian materi interaktif, diskusi, serta simulasi praktik. Materi mencakup konsep dasar literasi keuangan, perbedaan kebutuhan dan keinginan, penyusunan anggaran uang saku, perencanaan menabung, penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital, serta pengenalan investasi dasar seperti tabungan berjangka dan emas. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan melibatkan peserta secara aktif dalam studi kasus dan latihan penyusunan anggaran pribadi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya pencatatan keuangan, pengendalian pengeluaran, serta perencanaan keuangan jangka pendek dan menengah. Peserta mulai mampu menyusun anggaran sederhana, menetapkan tujuan menabung, dan memanfaatkan aplikasi digital secara lebih bijak. Selain itu, antusiasme siswa dalam diskusi menunjukkan tumbuhnya kesadaran finansial dan minat terhadap perencanaan keuangan jangka panjang. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam membentuk karakter finansial siswa yang lebih mandiri, disiplin, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
From STEM Knowledge to Technology Integration: The Mediating Role of Intrinsic Motivation and Growth Mindset Among Elementary Teachers Edward Harefa; Darmawan Harefa; Murnihati Sarumaha; Daindo Milla; Rebeka Filda Hawali; Mikaus Gombo; Adam Smith; Yushun Li; Jian Xu
Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology 2026: Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Despite national policy mandates for STEM and technology integration in Indonesian elementary education, teachers continue to struggle with implementation due to unresolved questions about the cognitive and psychological mechanisms driving adoption behavior. This study examined whether STEM knowledge predicts technology integration through the parallel mediation of intrinsic motivation and growth mindset. Using a quantitative cross-sectional design, data were collected from 267 elementary teachers and analyzed through covariance-based structural equation modeling. The findings revealed that STEM knowledge had a significant direct effect on technology integration (β = 0.296, p < 0.001). The parallel mediation model was supported with intrinsic motivation (β = 0.170, p < 0.001) and growth mindset (β = 0.155, p < 0.001), both of which significantly mediated the relationship. The study concludes that STEM knowledge functions as a foundational cognitive resource that simultaneously activates motivational and mindset mechanisms. These findings imply that teacher preparation programs should integrate STEM content and technology training, while schools should cultivate autonomy-supportive climates and growth-oriented professional cultures to create self-reinforcing developmental ecologies for sustained technology integration.