Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan Dasar AutoCAD untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa RPL SMK Yayasan Mulia Pratama Medan Meinarty Sinurat; Juni Indriani; Jon Desron Damanik; Asri Afriliany Surbakti; Marsedes Purba; Gallio Budianto; Frans Tomy Syahputra Butarbutar; Ricky Bakara; Indra Jhon Fischer
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2533

Abstract

Pengenalan dasar AutoCAD merupakan upaya meningkatkan literasi digital siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK Yayasan Mulia Pratama Medan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi fitur dasar AutoCAD, dan diskusi interaktif. Metode pengumpulan data meliputi observasi, diskusi, serta evaluasi sederhana berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, ditunjukkan oleh nilai rata-rata pre-test sebesar 52 yang meningkat menjadi 85 pada post-test. Selain itu, respons peserta terhadap kegiatan tergolong positif. Berdasarkan hasil observasi, perhatian peserta terhadap materi mencapai 90%, keaktifan dalam diskusi 85%, pemahaman terhadap fungsi dasar AutoCAD 80%, ketertarikan terhadap AutoCAD 88%, dan pemahaman hubungan AutoCAD dengan bidang teknik sipil sebesar 78%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peserta tertarik mempelajari perangkat lunak desain digital meskipun AutoCAD bukan kompetensi utama jurusan RPL. Kegiatan ini berhasil memberikan wawasan mengenai pemanfaatan AutoCAD dalam bidang teknik sipil dan konstruksi serta memperkuat literasi desain digital siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan kemampuan digital lebih lanjut.
Pengaruh Penggunaan Plastik HDPE Sebagai Material Substitusi Aggregat Halus dalam Pembuatan Bata Ringan CLC Marsedes Purba; Gallio Budianto; Samiran Samiran; Ricky Bakara; Asri Afriliany Surbakti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9361

Abstract

Krisis limbah plastik global dan kebutuhan akan material konstruksi berkelanjutan mendorong eksplorasi inovasi material ramah lingkungan. Penelitian ini berfokus pada penggunaan limbah plastik High-Density Polyethylene (HDPE) sebagai substitusi parsial agregat halus dalam produksi bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menambahkan HDPE dalam proporsi 0%, 20%, 25%, dan 30% ke dalam campuran CLC untuk mengetahui pengaruhnya. Masing-masing variasi diuji untuk mengetahui kuat tekan, densitas kering, dan penyerapan air setelah proses curing selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE mempengaruhi sifat mekanik bata ringan secara signifikan, dengan kuat tekan yang menurun seiring peningkatan persentase HDPE. Nilai kuat tekan tertinggi adalah 2,035 MPa pada variasi 0% HDPE, sedangkan nilai terendah adalah 0,375 MPa pada variasi 30% HDPE, yang berada di bawah standar SNI 8640-2018 (minimum 1,8 MPa). Berat isi kering tertinggi adalah 1176,889 kg/m³ pada komposisi 0% HDPE, menunjukkan kerapatan yang optimal, sementara variasi dengan HDPE menunjukkan penurunan berat isi menjadi kisaran 620-726 kg/m³, yang masih memenuhi standar untuk aplikasi nonstruktural (700-800 kg/m³). Penambahan HDPE juga meningkatkan penyerapan air, dengan rata-rata tertinggi 18,61% pada variasi 25%, namun semua variasi masih memenuhi batas maksimum SNI sebesar 25%. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa biaya produksi meningkat seiring penambahan HDPE, dari Rp2.454,53 per buah (0% HDPE) hingga Rp5.115,53 per buah (30% HDPE). Dengan demikian, penggunaan limbah HDPE sebagai bahan pengganti menunjukkan potensi yang ramah lingkungan dalam konteks ekonomi sirkular, namun perlu dioptimalkan proporsinya untuk menjaga kualitas struktural bata ringan CLC dan mempertimbangkan aspek kelayakan ekonomi.