Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Intervensi Edukasi Kesehatan dalam Pencegahan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular di Pondok Pesantren Harun As Syafi’i Bantul Woro Ispandiyah; Sri Sularsih Endartiwi; Nor Wijayanti
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3745

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian secara global dan menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja. Rendahnya pengetahuan terkait faktor risiko PTM menjadi salah satu penyebab munculnya perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan faktor risiko PTM melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest pada santri di pondok pesantren Harun Assyafi’i Bantul. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif dan media visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 51,36 menjadi 79,73. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM. Program edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Studi ini juga mendukung penerapan teori perilaku seperti Model Keyakinan Kesehatan dan PRECEDE-PROCEED dalam merancang intervensi yang efektif.
THE APPLICATION OF STANDARDIZED HEALTH SERVICE FEES IN THE HEALTH INSURANCE SCHEME Sri Sularsih Endartiwi; Woro Ispandiyah
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 13 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v13i2.2025.152-161

Abstract

Background: The implementation of the Indonesian Minister of Health Regulations No. 3 of 2023 on the standard health service tariff in the national health insurance program, as a replacement for the previous policy, has created confusion among field implementers. The capitation rate is considered sufficient but is sometimes insufficient to cover Public Health Care (PHC) operational costs. Aims: This study aims to analyze standard health service tariffs in the implementation of the health insurance program at PHCs.  Methods: The authors used descriptive qualitative methods with a case study as the research design. The unit of analysis was the health service tariff standards at the PHCs. Data collection techniques involved snowball discussions followed by FGDs. Research subjects were selected using a purposive sampling technique. The FGDs consisted of 3 participants from BPJS Kesehatan, 4 from the public health centers, 2 people from private clinics, and 3 individual practitioner doctors. Data were analyzed using Open Code software. In addition, a policy analysis of PHC tariff standards was also conducted.  Results:  PHCs have implemented the Minister of Health Regulations No. 3 of 2023 since February 2023. In the implementation of health service tariff standards at the PHCs, no significant obstacles were encountered, as they adjusted to the applicable policies. Although the tariff standards follow Minister of Health Regulations No.3 of 2023 and include an increase in the capitation value compared to the previous policy, the amount is perceived as inadequate and still below the reasonable cost required for service delivery. Private clinics and individual practitioners must still cover operational expenses using capitation funds supplemented by income from non-insured patients to meet operational costs related to human resources, equipment, and supporting facilities. Conclusion: PHCs have implemented the standard health service tariff in accordance with the existing policy. However, the increase in capitation fees has not fully covered the costs at PHCs. Keywords: health service; PHC; tariff standard
Status Gizi Berhubungan dengan Usia Menarche pada Remaja di MA Madania Yogyakarta Sri Sularsih Endartiwi; Amyati; Woro Ispandiyah; Pramukti Dian Setianingrum
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3838

Abstract

Usia menarche (haid pertama) pada remaja putri mengalami tren pergeseran yang cenderung lebih awal (secular trend). Status gizi diduga menjadi salah satu faktor penentu utama yang memengaruhi maturasi seksual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan usia menarche pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup remaja putri yang telah mengalami menarche, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data status gizi dilakukan melalui pengukuran antropometri (Indeks Massa Tubuh menurut Usia / IMT/U), sedangkan data usia menarche diperoleh melalui kuesioner wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan usia menarche pada remaja putri (α < 0,05). Remaja putri dengan status normal cenderung mengalami menarche yang normal dibandingkan remaja dengan status gizi kelebihan maupun kekurangan BB. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya program edukasi gizi seimbang dan pemantauan status gizi sejak usia pra-remaja guna mencegah risiko maturasi seksual terlalu dini yang berdampak pada kesehatan reproduksi jangka panjang.