Muliati Muliati
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Roda Baca Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SDI Pangkabinanga Kecematan  Pallangga Kabupaten Gowa Wahyu Ayuningsi Tangahu Tangahu; Andi Hamsiah Hamsiah; Muliati Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media roda baca dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SD Inpres Pangkabinanga, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I yang berjumlah 62 orang, dengan pembagian 30 siswa sebagai kelas kontrol dan 32 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan membaca permulaan, lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media roda baca dan yang tidak menggunakannya, dengan nilai signifikansi 0,016 < 0,05. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (79,53) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (72). Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penghambat dalam penggunaan media, antara lain keterbatasan jumlah media, manajemen waktu, dan keterbatasan pendampingan guru secara individual. Dengan demikian, media roda baca terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran membaca permulaan yang interaktif dan menyenangkan, namun implementasinya memerlukan dukungan sarana yang memadai dan strategi pengelolaan kelas yang optimal. This study aims to analyze the effectiveness of the use of the reading wheel media in improving the beginning reading skills of Grade I students at SD Inpres Pangkabinanga, Gowa Regency. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design using the Nonequivalent Control Group Design model. The population comprised all first-grade students totaling 62, with 30 students as the control group and 32 as the experimental group. Research instruments included beginning reading ability tests, observation sheets, questionnaires, and documentation. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests with the aid of SPSS version 30. The results showed a significant difference between the class using the reading wheel media and the class that did not, with a significance value of 0.016 < 0.05. The posttest mean score of the experimental class (79.53) was higher than that of the control class (72). The study also identified inhibiting factors in the media’s use, including limited media availability, time management issues, and the teacher’s limited capacity to provide individual guidance. Therefore, the reading wheel media is proven to be an effective and engaging alternative for beginning reading instruction, though its implementation requires sufficient resources and optimal classroom management strategies.
Implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Literasi Dan Numerasi Di UPT SPF SDN Garuda Rahmawati Qasim; Asdar Asdar; Muliati Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6193

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Namun, capaian kedua kemampuan tersebut di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan hasil asesmen internasional. Dalam konteks ini, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) hadir sebagai instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang berperan untuk mengukur sekaligus meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji implementasi AKM dan faktor-faktor yang memengaruhi hasilnya di tingkat sekolah dasar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kedua kemampuan tersebut di UPT SPF SDN Garuda Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Data dianalisis melalui statistik deskriptif untuk mengkategorikan tingkat kemampuan literasi dan numerasi berdasarkan skor AKM. Selanjutnya, analisis faktor dan Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk mereduksi data dan menentukan variabel utama yang berkontribusi terhadap kemampuan siswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi pada kategori sedang (49,12%), dengan 29,82% berada pada kategori rendah dan 21,05% pada kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan numerasi mayoritas siswa juga berada pada kategori sedang sebesar 59,65%, diikuti oleh kategori rendah 24,56% dan tinggi 15,79%. Temuan ini menegaskan bahwa AKM berperan penting dalam memperkuat konsep dasar, meningkatkan motivasi belajar, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dapat menunjang peningkatan literasi dan numerasi siswa. Literacy and numeracy skills are fundamental competencies essential for students’ academic success in elementary schools. However, Indonesia’s performance in these competencies remains relatively low according to international assessments. In this context, the Minimum Competency Assessment (Asesmen Kompetensi Minimum - AKM) serves as a competency-based evaluation tool designed to measure and improve students’ literacy and numeracy abilities. Despite its importance, research on AKM implementation and the factors influencing its outcomes at the elementary school level remains limited. This study aims to analyze the literacy and numeracy skills of fifth-grade students and identify key factors affecting these abilities at UPT SPF SDN Garuda, Makassar. A quantitative approach with a descriptive associative method was employed. Data were analyzed using descriptive statistics to categorize literacy and numeracy levels based on AKM scores. Factor analysis and Principal Component Analysis (PCA) were then conducted to reduce data dimensions and identify the main variables influencing student performance. The results indicate that most students’ literacy skills fall into the moderate category (49.12%), with 29.82% classified as low and 21.05% as high. Similarly, numeracy skills were predominantly moderate at 59.65%, with 24.56% low and 15.79% high. These findings highlight the significant role of AKM in reinforcing basic concepts, enhancing learning motivation, and developing critical thinking skills, all of which contribute to improved literacy and numeracy achievement.
Analisis Dampak Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Muniro Baso Baso; Mas&#039;ud Muhammadiah; Muliati Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan Kurikulum Merdeka dengan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, melalui pendekatan diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan integrasi teknologi. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melalui observasi dan wawancara terhadap guru serta siswa di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan dalam pemahaman teks, keterlibatan membaca, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan penerapan kurikulum ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi tubuh, intelegensi, motivasi, minat, dan kematangan siswa. Di sisi lain, faktor eksternal seperti dukungan keluarga, metode pengajaran guru, serta ketersediaan fasilitas belajar turut menjadi penentu keberhasilan. Kendala-kendala dalam implementasi meliputi minimnya pelatihan guru, kurangnya sumber bacaan, serta keterbatasan akses teknologi. Temuan ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran literasi yang kontekstual dan transformatif di tingkat pendidikan dasar. This study aims to analyze the correlation between the implementation of the Merdeka Curriculum and elementary school students’ reading comprehension skills in Rappocini District, Makassar City. The Merdeka Curriculum is designed to provide learning flexibility that aligns with students’ characteristics and needs, utilizing differentiated instruction, project-based learning, and technology integration. A qualitative descriptive approach was employed in this research, using observation and interviews with teachers and students from several elementary schools. The findings reveal that students engaged in the Merdeka Curriculum demonstrate improved text comprehension, reading engagement, and critical as well as analytical thinking skills. Moreover, the study identifies that successful curriculum implementation is significantly influenced by internal factors such as physical condition, intelligence, motivation, interest, and emotional maturity. In addition, external factors including family support, teaching methods, and access to learning facilities also determine the effectiveness of literacy development. Key challenges in implementation include limited teacher training, lack of reading resources, and restricted access to technology. These findings suggest the need for collaboration among teachers, schools, families, and policymakers to support an inclusive and sustainable literacy ecosystem. This study contributes to the development of contextual and transformative literacy learning strategies at the elementary education level.