Raihan Achmad Rany
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan pada Siswa Diskalkulia Muhammad Rizal Usman; Andi Husniati; Raihan Achmad Rany
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 9 No 2 (2026): JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/mathedu.v9i2.8215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pada siswa diskalkulia di Sekolah Dasar, serta mengidentifikasi strategi berhitung dan kesulitan spesifik yang dialami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang siswa kelas II SD yang teridentifikasi memiliki karakteristik diskalkulia berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis (12 soal penjumlahan dan pengurangan), wawancara semi-terstruktur, dan observasi perilaku. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mampu menjelaskan makna penjumlahan dan pengurangan hanya dengan bantuan benda konkret, dominan menggunakan strategi counting all dengan waktu detik per soal, serta mengalami kesulitan signifikan pada teknik menyimpan ( dijawab ) dan teknik meminjam ( dijawab bergantian ). Lima kesulitan spesifik yang diidentifikasi meliputi pemahaman nilai tempat yang lemah, ketergantungan pada jari, pemahaman instrumental (hafal prosedur tanpa memahami makna), kecemasan matematika tinggi, dan inkonsistensi strategi. Simpulan penelitian ini adalah bahwa profil pemahaman subjek mengonfirmasi teori diskalkulia sebagai gangguan neurokognitif spesifik yang memerlukan pendekatan pembelajaran terstruktur, konkret, dan suportif. Saran penelitian ditujukan kepada guru, orang tua, sekolah, dan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan intervensi yang tepat sasaran berbasis pemahaman profil kognitif anak diskalkulia.
Pelatihan Penyusunan PPI sebagai Strategi Penguatan Pendidikan Inklusif di Satuan PAUD Muhammad Rizal Usman; Andi Husniati; Kristiawati; Sri Satriani; Raihan Achmad Rany
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v3i2.1031

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD se-Kabupaten Luwu Utara dalam menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) sebagai strategi penguatan pendidikan inklusif di satuan PAUD. Permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi kebutuhan individual anak berkebutuhan khusus serta menyusun PPI secara terstruktur. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama tiga minggu dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 50 guru PAUD sebagai peserta. Metode pelatihan yang digunakan adalah kombinasi antara ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi studi kasus, pendampingan intensif, dan presentasi hasil. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test, rubrik penilaian PPI, serta angket kepuasan peserta, dan secara kualitatif melalui wawancara terbuka dan analisis konten WhatsApp Group. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan nilai N-Gain sebesar 0,5 (kategori sedang), 89% peserta berhasil menyusun PPI dalam kategori baik atau sangat baik, dan tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif guru terhadap anak berkebutuhan khusus, terbentuknya komunitas belajar antar guru, serta dampak ekonomi positif berupa efisiensi biaya yang dirasakan oleh 72% peserta. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan PAR dengan pelatihan daring yang mengombinasikan teori, simulasi, pendampingan intensif, dan pembentukan komunitas belajar terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam menyusun PPI, sekaligus membawa perubahan pada aspek sikap, dan sosial budaya peserta.