Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD se-Kabupaten Luwu Utara dalam menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI) sebagai strategi penguatan pendidikan inklusif di satuan PAUD. Permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengidentifikasi kebutuhan individual anak berkebutuhan khusus serta menyusun PPI secara terstruktur. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama tiga minggu dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 50 guru PAUD sebagai peserta. Metode pelatihan yang digunakan adalah kombinasi antara ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi studi kasus, pendampingan intensif, dan presentasi hasil. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test, rubrik penilaian PPI, serta angket kepuasan peserta, dan secara kualitatif melalui wawancara terbuka dan analisis konten WhatsApp Group. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan nilai N-Gain sebesar 0,5 (kategori sedang), 89% peserta berhasil menyusun PPI dalam kategori baik atau sangat baik, dan tingkat kepuasan peserta mencapai 95%. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif guru terhadap anak berkebutuhan khusus, terbentuknya komunitas belajar antar guru, serta dampak ekonomi positif berupa efisiensi biaya yang dirasakan oleh 72% peserta. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan PAR dengan pelatihan daring yang mengombinasikan teori, simulasi, pendampingan intensif, dan pembentukan komunitas belajar terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam menyusun PPI, sekaligus membawa perubahan pada aspek sikap, dan sosial budaya peserta.
Copyrights © 2026