Lubis Bambang Purnama
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan jarak sinar Ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di dapur PT M May Iasa Badrianti; Ujang Nurjaman; Lubis Bambang Purnama; Payzar Wahyudi
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i1.2524

Abstract

Ditemukannya bakteri Coliform sebesar 107 CFU/100ml pada air bersih di dapur PT M yang tidak memenuhi standar baku mutu dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2023 yaitu 0 CFU/100ml. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dan penurunan bakteri Coliform sebelum dan sesudah desinfeksi sinar ultraviolet-C dengan perbedaan jarak sinar 2 cm, 5 cm, 8 cm dan jarak sinar ultraviolet-C yang efektif menurunkan bakteri Coliform. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2024 dengan jenis penelitian eksperimen dalam skala lapangan dan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian posttest with control. Besar sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel mikrobiologi air bersih yang diperiksa di Laboratorium. Hasil pengukuran fisik air bersih di lapangan menunjukkan bahwa suhu, pH, TDS, dan kekeruhan sudah memenuhi standar sehingga tidak mempengaruhi atau mengurangi efektivitas sinar ultraviolet-C. Desinfeksi sinar ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih dengan perbedaan jarak 2 cm, 5 cm, dan 8 cm selama 30 detik dengan daya 30 watt dan kedalaman air 5 cm menunjukkan hasil penurunan yang signifikan. Paparan sinar ultraviolet-C dengan jarak sebesar 2 cm paling efektif dalam menurunkan bakteri Colifrom sebesar 100% karena semakin dekat jarak sinar ultraviolet-C, maka semakin cepat bakteri kehilangan patogenesisnya.    Abstract: The detection of Coliform bacteria at 107 CFU/100ml in the clean water in PT M's kitchen does not meet the quality standard set by the Minister of Health Regulation No. 2 of 2023, which is 0 CFU/100ml. This study aims to assess the quantity and reduction of Coliform bacteria before and after ultraviolet-C (UV-C) disinfection at distances of 2 cm, 5 cm, and 8 cm, and to identify the most effective UV-C distance for reducing Coliform bacteria. Conducted from March to May 2024, the research used an experimental field-scale quantitative method with a posttest control design. A total of 24 clean water microbiological samples were tested in the laboratory. Field measurements of clean water showed that temperature, pH, TDS, and turbidity met the standards, not affecting UV-C effectiveness. UV-C disinfection for reducing Coliform bacteria in clean water at distances of 2 cm, 5 cm, and 8 cm for 30 seconds with a power of 30 watts and a water depth of 5 cm showed significant reductions. UV-C exposure at a distance of 2 cm was the most effective, reducing Coliform bacteria by 100%, as closer UV-C light distances accelerate the loss of bacterial pathogenicity.
Perbedaan umpan pada multiple live trap terhadap kepadatan tikus Regita Jasmine Adelin; Nurul Hidayah; Lubis Bambang Purnama; Teguh Budi Prijanto
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v19i1.2552

Abstract

PT. X merupakan industri yang bergerak di bidang perkebunan. Berdirinya industri tersebut menimbulkan masalah baru yang erat kaitannya dengan kesehatan manusia yang dimana salah satu masalah yang muncul yaitu vektor dan binatang pembawa penyakit yaitu tikus. Pada tubuh tikus terdapat beberapa hewan lain (parasit) yang ada di dalam tubuh (endoparasit) dan di luar tubuh (ektoparasit) yang merupakan penyebab banyak jenis penyakit. Berdasarkan hasil pengukuran kepadatan tikus (success trap) didapatkan sebanyak 3 ekor tikus atau (>1) dinyatakan dalam kategori tinggi menurut Permenkes No 2 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan tikus dengan dua variasi umpan yaitu ceker ayam dan ikan asin dengan menggunakan multiple live trap dengan pengulangan masing-masing umpan sebanyak 9 kali. Peletakan perangkap 5-6 m dengan menggunakan garis lurus atau menyesuaikan dengan kondisi dan waktu pemasangan perangkap 15.00-08.00. Jenis penelitian ini eksperimental dengan desain penelitian posttest-only control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu tikus yang terperangkap di sekitar ruang produksi di PT. X. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tikus yang terperangkap menggunakan umpan ceker ayam sebanyak 4 ekor tikus (57,14%), ikan asin sebanyak 3 ekor (42,85%). Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan antara jenis umpan ceker ayam dan ikan asin menggunakan multiple live trap, dengan nilai p value sebesar 0,730 (>0,05). Saran bagi penelitian ini adalah menggunakan umpan dengan berbau menyengat.     Abstract: PT. X is a company operating in the plantation sector. The establishment of this company has given rise to new issues closely linked to human health, one of which is the presence of vectors and disease-carrying animals, namely rats. Rats harbour various organisms (parasites) both inside their bodies (endoparasites) and on their bodies (ectoparasites), which are the cause of many types of disease. Based on the results of rat density measurements (success trap), a total of 3 rats were recorded, which is classified as ‘high’ according to Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. This study aimed to determine rat density using two types of bait—chicken feet and salted fish—with multiple live traps, repeating the experiment nine times for each bait type. Traps were placed 5–6 m apart in a straight line or adjusted according to site conditions, and were set between 15:00 and 08:00. This was an experimental study employing a post-test-only control group design. The sample comprised rats trapped around the production areas at PT. X. The results showed that the number of rats trapped using chicken feet as bait was 4 rats (57.14%), whilst those trapped using salted fish as bait was 3 rats (42.85%). Data analysis using the Mann-Whitney test showed no significant difference between the chicken feet and salted fish baits when using multiple live traps, with a p-value of 0.730 (>0.05). A recommendation for this study is to use bait with a strong odour.