Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Antikorupsi dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Pembentukan Karakter di kalangan mahasiswa Firzatullah Akbar; Muhammad Fathir Akbar
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan persoalan serius yang melemahkan kepercayaan publik dan menghambat pembangunan nasional. Rendahnya integritas moral di kalangan generasi muda menunjukkan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya efektif dalam menanamkan nilai antikorupsi. Penelitian ini menelaah bagaimana nilai-nilai antikorupsi dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) guna memperkuat pembentukan karakter mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif-eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah PKn. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama: pemahaman nilai antikorupsi, efektivitas pembelajaran PKn, hambatan internalisasi nilai, dan strategi penguatan budaya integritas di kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab merupakan nilai yang paling dipahami mahasiswa, sedangkan efektivitas PKn dinilai cukup tinggi pada aspek kesadaran moral, namun masih rendah pada penerapan perilaku etis. Hambatan utama terletak pada budaya permisif terhadap ketidakjujuran dan kurangnya sistem pelaporan etika yang tegas. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan antikorupsi membutuhkan sinergi antara pembelajaran, keteladanan dosen, dan sistem kampus yang berintegritas. Integrasi nilai antikorupsi dalam PKn bukan sekadar inovasi kurikulum, melainkan strategi fundamental untuk membentuk generasi berkarakter yang menjadi agen perubahan menuju masyarakat bersih dan beretika.
Strategi Dan Tantangan Manajemen Sekolah (Madrasah) Di Era Transformasi Pendidikan Rijal Rijal; Muhammad Fathir; Ishlah Nizarais; Mifedwil Jandra; Firzatullah Akbar
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep, strategi, serta tantangan dalam manajemen sekolah/madrasah di tengah arus transformasi pendidikan modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, perubahan kebijakan nasional, serta tuntutan global terhadap peningkatan mutu sumber daya manusia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi lembaga pendidikan Islam untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualitas dan karakter keislaman yang menjadi jati dirinya. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan dan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta telaah literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen sekolah/madrasah bergantung pada sinergi antara kepemimpinan transformasional, tata kelola berbasis nilai Islam, dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif. Kepala madrasah yang memiliki visi spiritual dan kompetensi manajerial mampu membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, resistensi terhadap inovasi, serta kesenjangan antara kebijakan nasional dan realitas lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen madrasah yang ideal adalah yang mengintegrasikan profesionalisme, inovasi digital, dan spiritualitas Islam secara seimbang. Model tersebut tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas moral dan nilai karakter peserta didik di tengah tantangan modernisasi global.