Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Determinan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Makrayu Kota Palembang Tahun 2023 Arie Wahyudi; Akhmad Dwi Priyatno; Erma Gustina; Syntia Rahutami
Indo Green Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Green 2023
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v1i4.529

Abstract

Diare pada balita tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum tuntas, terutama di kota-kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Palembang. Puskesmas Makrayu mencatat 354 kasus diare balita sepanjang tahun 2022, angka tertinggi di antara puskesmas se-Kecamatan Ilir Barat II. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur kekuatan hubungan berbagai determinan terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Makrayu tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain kasus kontrol terhadap 84 balita (42 kasus dan 42 kontrol) yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 September–11 Oktober 2023. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi sanitasi rumah tangga. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik metode enter. Hasil penelitian menunjukkan lima variabel terbukti berhubungan secara bermakna, yaitu praktik cuci tangan ibu, pemberian ASI eksklusif, kualitas sumber air minum, kondisi sarana pembuangan tinja dan pengelolaan sampah rumah tangga. Setelah pengontrolan kovariat, praktik cuci tangan ibu menjadi prediktor terkuat Model ini mampu menjelaskan 53,7% variansi kejadian diare. Simpulan penelitian ini adalah perilaku higiene ibu, khususnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, merupakan faktor yang paling menentukan kejadian diare pada balita di wilayah ini. Intervensi berbasis perubahan perilaku melalui pemberdayaan kader dan pendekatan keluarga perlu diprioritaskan.
Analisis Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sanitasi Lingkungan di Wilayah Puskesmas Sekip Palembang Arie Wahyudi; Akhmad Dwi Priyatno; Erma Gustina; Syntia Rahutami
Indo Green Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i2.532

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Pada tahun 2024, kasus DBD di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 4.430 kasus dengan 37 kematian, di mana Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Puskesmas Sekip Palembang mencatat 66 kasus DBD pada periode Januari–Desember 2023 (total sampling). Kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, antara lain keberadaan jentik nyamuk (60,6%), tidak melakukan tindakan 4M Plus (56,8%), dan hunian padat (68,2%), diyakini berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD di wilayah Puskesmas Sekip Palembang tahun 2024. Desain penelitian menggunakan case-control study dengan 66 kasus dan 66 kontrol (perbandingan 1:1). Penelitian dilakukan pada tanggal 9-19 April 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, kuesioner, dan observasi lingkungan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara keberadaan jentik nyamuk, kondisi tempat penampungan air, kebiasaan menguras, pengelolaan sampah, dan kondisi saluran air limbah dengan kejadian DBD (p<0,05). Keberadaan jentik nyamuk merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh. Puskesmas Sekip perlu segera memperkuat program PSN melalui intensifikasi pemantauan jentik, peningkatan cakupan penyuluhan 4M Plus yang berorientasi praktik, dan kolaborasi multisektoral untuk perbaikan infrastruktur sanitasi.
Analisis Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Sako Palembang Akhmad Dwi Priyatno; Arie Wahyudi; Erma Gustina; Syntia Rahutami
Indo Green Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.539

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular paling sering ditemukan di fasilitas kesehatan primer dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas terutama pada balita. Di Kota Palembang, tercatat 12.286 kasus ISPA pada periode Januari–Agustus 2023, meningkat signifikan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Puskesmas Sako secara konsisten melaporkan ISPA sebagai salah satu penyakit dengan kunjungan terbanyak setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran epidemiologi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sako tahun 2024. Penelitian dilakukan pada tanggal 2-19 September 2024 dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 275 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari penderita ISPA yang berkunjung ke Puskesmas Sako periode Januari-Agustus 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan rekam medis. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil menunjukkan total 1.189 kasus ISPA dengan distribusi tertinggi pada kelompok usia balita 0–59 bulan (40,5%) dan puncak kasus pada bulan Juli–Agustus 2024 (musim kemarau). Faktor yang berhubungan bermakna: kepadatan hunian (p=0,004; OR=3,62), paparan asap rokok (p=0,001; OR=6,87), status imunisasi tidak lengkap (p=0,008; OR=2,94), ventilasi rumah tidak memenuhi syarat (p=0,011; OR=2,73), status gizi kurang/buruk (p=0,015; OR=2,14), dan paparan asap karhutla (p=0,000; OR=8,31). Faktor dominan adalah paparan asap karhutla dan asap rokok. Diperlukan penguatan sistem surveilans ISPA musiman serta intervensi berbasis lingkungan untuk menurunkan beban ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sako
Analisis Determinan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Makrayu Kota Palembang Tahun 2023 Arie Wahyudi; Akhmad Dwi Priyatno; Erma Gustina; Syntia Rahutami
Indo Green Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Green 2023
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v1i4.529

Abstract

Diare pada balita tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang belum tuntas, terutama di kota-kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Palembang. Puskesmas Makrayu mencatat 354 kasus diare balita sepanjang tahun 2022, angka tertinggi di antara puskesmas se-Kecamatan Ilir Barat II. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur kekuatan hubungan berbagai determinan terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Makrayu tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain kasus kontrol terhadap 84 balita (42 kasus dan 42 kontrol) yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 September–11 Oktober 2023. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi sanitasi rumah tangga. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik metode enter. Hasil penelitian menunjukkan lima variabel terbukti berhubungan secara bermakna, yaitu praktik cuci tangan ibu, pemberian ASI eksklusif, kualitas sumber air minum, kondisi sarana pembuangan tinja dan pengelolaan sampah rumah tangga. Setelah pengontrolan kovariat, praktik cuci tangan ibu menjadi prediktor terkuat Model ini mampu menjelaskan 53,7% variansi kejadian diare. Simpulan penelitian ini adalah perilaku higiene ibu, khususnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, merupakan faktor yang paling menentukan kejadian diare pada balita di wilayah ini. Intervensi berbasis perubahan perilaku melalui pemberdayaan kader dan pendekatan keluarga perlu diprioritaskan.
Analisis Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Sanitasi Lingkungan di Wilayah Puskesmas Sekip Palembang Arie Wahyudi; Akhmad Dwi Priyatno; Erma Gustina; Syntia Rahutami
Indo Green Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i2.532

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Pada tahun 2024, kasus DBD di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 4.430 kasus dengan 37 kematian, di mana Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Puskesmas Sekip Palembang mencatat 66 kasus DBD pada periode Januari–Desember 2023 (total sampling). Kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, antara lain keberadaan jentik nyamuk (60,6%), tidak melakukan tindakan 4M Plus (56,8%), dan hunian padat (68,2%), diyakini berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD di wilayah Puskesmas Sekip Palembang tahun 2024. Desain penelitian menggunakan case-control study dengan 66 kasus dan 66 kontrol (perbandingan 1:1). Penelitian dilakukan pada tanggal 9-19 April 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, kuesioner, dan observasi lingkungan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara keberadaan jentik nyamuk, kondisi tempat penampungan air, kebiasaan menguras, pengelolaan sampah, dan kondisi saluran air limbah dengan kejadian DBD (p<0,05). Keberadaan jentik nyamuk merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh. Puskesmas Sekip perlu segera memperkuat program PSN melalui intensifikasi pemantauan jentik, peningkatan cakupan penyuluhan 4M Plus yang berorientasi praktik, dan kolaborasi multisektoral untuk perbaikan infrastruktur sanitasi.
Analisis Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Sako Palembang Akhmad Dwi Priyatno; Arie Wahyudi; Erma Gustina; Syntia Rahutami
Indo Green Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.539

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular paling sering ditemukan di fasilitas kesehatan primer dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas terutama pada balita. Di Kota Palembang, tercatat 12.286 kasus ISPA pada periode Januari–Agustus 2023, meningkat signifikan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Puskesmas Sako secara konsisten melaporkan ISPA sebagai salah satu penyakit dengan kunjungan terbanyak setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran epidemiologi kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sako tahun 2024. Penelitian dilakukan pada tanggal 2-19 September 2024 dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 275 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari penderita ISPA yang berkunjung ke Puskesmas Sako periode Januari-Agustus 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan rekam medis. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil menunjukkan total 1.189 kasus ISPA dengan distribusi tertinggi pada kelompok usia balita 0–59 bulan (40,5%) dan puncak kasus pada bulan Juli–Agustus 2024 (musim kemarau). Faktor yang berhubungan bermakna: kepadatan hunian (p=0,004; OR=3,62), paparan asap rokok (p=0,001; OR=6,87), status imunisasi tidak lengkap (p=0,008; OR=2,94), ventilasi rumah tidak memenuhi syarat (p=0,011; OR=2,73), status gizi kurang/buruk (p=0,015; OR=2,14), dan paparan asap karhutla (p=0,000; OR=8,31). Faktor dominan adalah paparan asap karhutla dan asap rokok. Diperlukan penguatan sistem surveilans ISPA musiman serta intervensi berbasis lingkungan untuk menurunkan beban ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sako