Mamlukah Mamlukah
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Husada Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Determinan stunting pada balita usia 6 – 59 bulan Kusiyono Kusiyono; Susianto Tseng; Lely Wahyuniar; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/pvjc6w52

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kegagalan tumbuh kembang yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Berdasarkan data Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon tahun 2025, terdapat 38 balita stunting  di Kelurahan Pekalipan.Metode: Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 213 orang. Digunakan teknik sampling stratified simple random sampling  diperoleh 153 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dengan dan analisis multivariat.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p value = 0,027), umur ibu saat melahirkan (p value = 0,007), berat badan lahir (p value = 0,015), ASI eksklusif (p value = 0,028), riwayat penyakit infeksi (p value = 0,036), pola pemberian makan (p value = 0,018) dan berat badan lahir merupakan faktor dominan kejadian stunting di Kelurahan Pekalipan Kota Cirebon 2025.Kesimpulan: Pendidikan ibu, usia ibu saat melahirkan, berat badan lahir, ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, dan pola pemberian makan merupakan determinan stunting di Kelurahan Pekalipan Kota Cirebon tahun 2025.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada usia produktif Hanna Maulyndah; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/xtnxv729

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya prevalensi diabetes melitus pada kelompok usia produktif berpotensi menurunkan kualitas hidup, produktivitas kerja, meningkatkan beban pembiayaan kesehatan sehingga identifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus menjadi dasar penting dalam penyusunan strategi pencegahan dan deteksi dini yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus pada usia produktif di wilayah tersebut.Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Deskriptif dengan desain Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling sebanyak 110 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan uji Regresi Logistik Biner.Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara Jenis Kelamin (p=0,016), Pola Makan (p=0,012), Genetik (p=0,001), dan Tingkat Stres (p=0,026) dengan kejadian Diabetes Melitus. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara Aktivitas Fisik (p=0,280) dan Status Merokok (p=0,692) dengan kejadian Diabetes Melitus.Kesimpulan: Faktor genetik menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian penyakit tersebut di wilayah kerja Puskesmas Tomo.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pekerja Nadzief Adyan Robiyya; Mamlukah Mamlukah; Rossian Suparman; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/hj6xp568

Abstract

Latar Belakang: Penelitian mengenai faktor risiko dispepsia pada populasi pekerja di Indonesia masih terbatas, terutama yang mengkaji faktor gaya hidup, pola makan, stres kerja, dan karakteristik individu secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pekerja.Metode: Penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pekerja, sampel yang digunakan yaitu 140 responden.Hasil: Hasil uji Rank Spearman, terdapat hubungan antara pola makan (p-value  0,002), kebiasaan merokok (p-value  0,014), konsumsi kafein (p-value  0,002), tingkat stres (p-value  0,000), pengetahuan (p-value  0,000), serta ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan (p-value  0,005) dengan kejadian dispepsia pada pekerja di PT. Shoetown Kasokandel Indonesia tahun 2025. Di antara variabel tersebut, tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dispepsia (OR = 7,052).Kesimpulan: Mengadakan program edukasi kesehatan, skrining dan deteksi dini serta dapat bekerja sama dengan lintas sektor seperti dalam bidang makanan atau minuman untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.
Analisis faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada pra lansia Erma Permata Sari; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/m8fa8p79

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar berfokus pada kelompok lansia atau populasi dewasa secara umum, sedangkan bukti empiris pada kelompok pra lansia masih terbatas. Kajian yang mengintegrasikan faktor demografi, perilaku kesehatan, dan kondisi klinis sebagai determinan hipertensi pada pra lansia belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon.Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu Penderita Hipertensi Pra Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan analisis chi square dan analisis Uji Regresi Logistik.Hasil: Terdapat hubungan antara Riwayat Hipertensi Keluarga (p=0,000), Pengetahuann (p=0,021), Indeks Massa Tubuh (p=0,009), Aktivitas Fisik (p=0.036), Pola Tidur (p=0,000), dan Kebiasaan Merokok (p=0.000). Kesimpulan: dasar penguatan program promotif dan preventif di layanan kesehatan primer melalui skrining rutin tekanan darah pada kelompok pra lansia.