Susanti Widiastuti
Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manifestasi Prinsip Kota Kompak pada Kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta Susanti Widiastuti; Meyriana Kesuma; Judah Yosia Wanjoyo
Jurnal Perkotaan Vol. 18 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v18i1.8068

Abstract

Pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development atau TOD) merupakan strategi perencanaan perkotaan yang bertujuan terwujudnya kota yang berkelanjutan, efisien, dan kompak melalui integrasi antara sistem transportasi publik serta pemanfaatan ruang. Kawasan TOD Dukuh Atas di Jakarta menjadi salah satu contoh implementasi TOD berskala metropolitan yang direncanakan sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi sekaligus pusat aktivitas perkotaan dengan intensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi prinsip kota kompak pada kawasan TOD Dukuh Atas melalui identifikasi karakter kawasan berdasarkan empat aspek utama perencanaan kawasan transit, yaitu intensifikasi, pengembangan fungsi campuran, aksesibilitas transit, dan konektivitas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan analisis spasial, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan telaah regulasi tata ruang yang berlaku. Temuan studi menunjukkan bahwa TOD Dukuh Atas telah merepresentasikan prinsip kota kompak secara kuat pada aspek aksesibilitas transit dan intensifikasi kawasan. Namun, manifestasi prinsip kota kompak belum sepenuhnya merata karena campuran fungsi masih didominasi aktivitas komersial, sementara kualitas konektivitas dan aksesibilitas pejalan kaki belum tersebar secara konsisten pada seluruh segmen kawasan. Regulasi tata ruang berperan penting sebagai instrumen normatif untuk mengarahkan aspek tersebut, namun implementasi di lapangan masih belum sepenuhnya dapat diwujudkan.
Transit Accessibility and The Emergence of Community-Driven Social Nodes: A Case Study of Blok M, South Jakarta Susanti Widiastuti; Regina Suryadjaya; Febi Amanda Riza
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i3.845

Abstract

Background: Transit-Oriented Development (TOD) is commonly understood as a planning approach promoting compact land use, transit accessibility, and intermodal connectivity. However, most TOD studies in Jakarta and other developing cities remain oriented toward physical and mobility indicators, leaving the socio-spatial and everyday-use dimensions of transit areas underexplored; this study addresses that gap by examining TOD as a socio-spatial process continuously interpreted, used, and reshaped by everyday urban actors. Objective: Using placemaking theory and adaptive TOD as the analytical lens, this study explores Blok M's transformation from a conventional commercial-transport district into a dynamic urban node shaped by social interaction, spatial adaptation, and community-based activation, repositioning TOD success beyond mobility efficiency. Methods: This research uses a qualitative case study approach in Blok M, Jakarta, drawing on field observations, in-depth interviews with 15 purposively selected informants (communities, business owners, transit users, informal actors), documentation review, and thematic analysis validated through source triangulation. Results: The study shows that improved transit accessibility, pedestrian linkages, public space revitalization, and intermodal integration increased mobility flows and created new opportunities for encounter, appropriation, and collective urban experience. Communities, small businesses, transit users, and informal actors activate spaces through everyday practices and adaptive place production, exemplified by Gang Viral as a community-driven social node. Conclusion: TOD success should be evaluated not solely through transport efficiency or land-use intensification, but also through its capacity to support adaptive placemaking, social vitality, and inclusive urban life, offering implications for socially responsive TOD planning in Jakarta and similar developing cities.