Wahyu Pratama
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Popular Music as Social Critique: Class Representation in “Singkong dan Keju” by Bill & Brod Akbar Bagaskara; Tri Wahyu Widodo; Nafisah Aini; Wahyu Pratama; Ayu Primarini
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v9n1.p55-69

Abstract

This study examines the symbolic meaning and social critique contained in the song “Singkong dan Keju,” popularized by the Indonesian band Bill & Brod, using Paul Ricoeur’s hermeneutic theory. The aim of this study is to analyze how the song’s lyrics represent social class inequality, consumerism, and cultural identity in Indonesian society, particularly during the 1980s, as well as their relevance to contemporary social conditions. This study employs a qualitative method with an analysis adapted from Paul Ricoeur’s hermeneutic theory. In its stages, I utilize four phases of analysis: naive understanding, symbolic interpretation, distancing, and philosophical reflection. The findings indicate that the symbolic opposition between cassava and cheese, jaipong and disco, as well as local and global cultures, reflects social stratification, economic disparities, and the influence of global consumerist thought. Furthermore, this song depicts the marginalization experienced by the lower class while simultaneously critiquing the consumerist lifestyle of the bourgeoisie. This study also found that the song remains relevant in understanding contemporary phenomena such as flexing on social media, symbolic consumption, and the construction of social identity. Therefore, this study contributes to the fields of popular music studies, the sociology of music, and cultural studies by highlighting the role of music in reflecting social interactions and offering a profound critique of Indonesian society’s lifestyle.
Estetika Musik Abad 21 Dalam sorotan: Dinamika Sejarah Sampai Pengindustrian. Akbar Bagaskara; Kun Setyaning Astuti; Wahyu Pratama
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.10448

Abstract

Dalam memahami filosofi seni musik, dibutuhkan pengetahuan akan sejarah seni musik dari zaman dahulu sampai era modern. Pada seni musik abad 21, tantangan dari eksistensi seni musik menjadi dipertanyakan, oleh karena perkembangan teknologi yang terus melaju cepat. Maka dari itu, tulisan ini hadir dan bertujuan untuk mengungkap dinamika musik dalam sejarahnya, dan hubungannya dengan budaya industi abad 21, agar didapatkan pemahaman mengenai makna  sejarah estetika musik, serta masalah-masalah yang mengikutinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif, yang mana data yang ditampilkan akan bersifat deskriptif. Pada tahap pengumpulan data, peneltian ini menggunakan pendekatan library studies, dengan menganalisis serta mengkonfimasi antara jurnal-jurnal ilmiah dan buku-buku terkait dalam penelitian. Temuan dari penelitian ini meliputi (1) Musik abad 21 memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada perkembangan budaya musik, dengan hadirnya digitalisasi yang membuat musik lebih mudah diakses di seluruh dunia (2) Hadirnya budaya industri merubah budaya pendengaran masyarakat dengan hadirnya genre-genre musik yang baru (3) Disamping nilai positif, maraknya masalah hak cipta dan ekploitasi kapital pada dunia musik menjadi isu besar di abad 21