Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membentuk Kebiasaan Berbahasa Pada Anak Sejak Dini Siti Nopilah; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v6i1.256

Abstract

This study aims to analyze the important role of parents in shaping children's language habits from an early age. Language is the primary means of communication and an important foundation for children's cognitive and social development. The family, especially parents, is the first and most influential environment for children in acquiring language skills. This study used a literature review method by reviewing various reliable sources such as journal articles, books, and other related research. The results show that verbal interactions between parents and children, such as reading books, storytelling, and everyday conversations, have a significant impact on children's language development. Furthermore, this study also highlights the importance of parents as good language models and creating an environment that supports and stimulates children's language skills. The implication of this study is the need to increase parents' awareness and understanding of the importance of their role in shaping children's language habits from an early age, so that children can grow and develop with optimal language skills.  
SEMIOTIKA DALAM FILM PETAKA GUNUNG GEDE (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Siti Nopilah; Desty Endrawati Subroto; Mahpudoh Mahpudoh
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.14814

Abstract

Film functions not only as entertainment but also as a communication medium that represents social, cultural, moral, and community beliefs through various signs and symbols. Petaka Gunung Gede is a horror film that presents various signs, dialogues, actions, and symbols related to human relationships with nature, ethics in mountain climbing, and beliefs concerning the sacredness of mountains. This study aims to describe the meanings of denotation, connotation, and myth in Petaka Gunung Gede based on Roland Barthes' semiotic theory. This study employs a descriptive qualitative approach. The primary data source is the film Petaka Gunung Gede, while secondary data sources consist of relevant books and scientific articles. The research instruments are observation and documentation guidelines used to identify scenes, dialogues, expressions, gestures, and visual symbols containing semiotic signs. Data were collected through observation, documentation, and triangulation, and were then analyzed based on Roland Barthes' concepts of denotation, connotation, and myth. The results show that Petaka Gunung Gede represents denotative meanings through climbing activities, ethical violations, mysterious events, and disasters; connotative meanings through messages concerning human limitations, respect for nature, and the consequences of human behavior; and myths through beliefs about the sacredness of mountains and prohibitions related to climbing ethics. Thus, Petaka Gunung Gede serves not only as horror entertainment but also as a representation of social, cultural, moral, and environmental values. ABSTRAK Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang dapat merepresentasikan nilai sosial, budaya, moral, dan kepercayaan masyarakat melalui tanda dan simbol. Film Petaka Gunung Gede merupakan film bergenre horor yang menghadirkan berbagai tanda, dialog, tindakan, dan simbol yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam, etika dalam pendakian, serta kepercayaan terhadap kesakralan gunung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film Petaka Gunung Gede berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer berupa film Petaka Gunung Gede, sedangkan sumber data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan dokumentasi yang digunakan untuk mengidentifikasi adegan, dialog, ekspresi, gestur, serta simbol visual yang mengandung tanda semiotik. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan triangulasi, kemudian dianalisis berdasarkan konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Petaka Gunung Gede merepresentasikan makna denotatif melalui aktivitas pendakian, pelanggaran etika, peristiwa misterius, dan bencana; makna konotatif melalui pesan tentang keterbatasan manusia, penghormatan terhadap alam, dan konsekuensi perilaku; serta mitos melalui kepercayaan mengenai kesakralan gunung dan larangan yang berkaitan dengan etika pendakian. Dengan demikian, film Petaka Gunung Gede tidak hanya menjadi hiburan horor, tetapi juga merepresentasikan nilai sosial, budaya, moral, dan kepedulian terhadap lingkungan.