Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Edukasi Terapi Infrared dalam Rehabilitasi Medik: Observasi Klinis Mahasiswa Kedokteran di Empat Rumah Sakit Mitra Astri Anita; Vivien Novarina A Kasim; Serly Daud; Muhamad Nur Syukriani Yusuf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4546

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Fakultas Kedokteran terhadap prinsip kerja, indikasi, kontraindikasi, dan prosedur terapi infrared sebagai modalitas rehabilitasi medik nonfarmakologis, sekaligus memperkuat keterampilan observasi klinis dan kolaborasi interprofesional. Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain observational-based educational intervention dengan pendekatan one-group post-test evaluation, melibatkan 44 mahasiswa mata kuliah pilihan Kedokteran Komplementer di 4 rumah sakit mitra. Rangkaian kegiatan mencakup pembekalan teori di kelas, diskusi interaktif, dan observasi langsung penggunaan terapi infrared di unit rehabilitasi medik yang difasilitasi oleh fisioterapis penanggung jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan post-test terstruktur yang mengukur pemahaman mahasiswa pada aspek tata laksana, indikasi, kontraindikasi, dan keselamatan pasien. Hasil menunjukkan seluruh peserta mencapai tingkat pemahaman baik dengan rentang skor 80–90. Pendekatan edukasi berbasis observasi klinis terbukti efektif mengintegrasikan teori dengan praktik, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memperluas wawasan kolaborasi interprofesional mahasiswa kedokteran.
Edukasi Kesehatan Muskuloskeletal Berbasis Komunitas Untuk Meningkatkan Pengetahuan Lanjut Usia Astri Anita
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.815

Abstract

Musculoskeletal health in older adults is an important aspect of maintaining quality of life; however, it often receives limited attention in promotive and preventive efforts. This community engagement activity aimed to improve the knowledge and skills of older adults in maintaining muscle and bone health through education and exercise demonstrations. The method used was an educative participatory approach conducted at the SALSA Gorontalo Community, involving 31 older adultsas participants. The activity included the delivery of educational materials on the aging process, fall risk, and the importance of physical activity, followed by discussion sessions and demonstrations of four muscle strengthening and balance exercises (sit-to-stand, heel raise, single leg stance, and marching in place) that can be performed independently at home. Evaluation was carried out descriptively through observation of participants’ engagement and their ability to understand and perform the exercises, along with verbal confirmation of participants’ subjective responses. The results showed that all 31 participants were enthusiastic, actively engaged in discussions, and able to understand and practice the exercises provided. In addition, 26 of the 31 participants (83.9%) reported increased understanding and a greater sense of comfort in their musculoskeletal condition, based on self-report. This activity demonstrates that the integration of education and exercise demonstrations is effective in improving knowledge and skills among older adults as part of promotive and preventive health efforts.
Penerapan Alat Peraga Pola Jalan Berbasis Gait Analysis sebagai Media Stimulasi Motorik Kasar pada Anak Usia Dini Astri Anita; Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay; Jesica Mulyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3928

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat stimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini, khususnya pada aspek pola berjalan, melalui implementasi alat peraga pola berjalan berbasis gait analysis. Program ini dirancang sebagai upaya inovatif untuk membantu anak mengembangkan koordinasi gerak tubuh secara optimal sejak usia dini, sekaligus memberikan alternatif media pembelajaran yang aplikatif bagi guru Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Limboto, dengan melibatkan seluruh siswa. Pendekatan yang digunakan meliputi edukasi interaktif mengenai pentingnya pola berjalan yang baik, demonstrasi penggunaan alat peraga oleh tim pengabdian, serta praktik mandiri oleh anak-anak dengan pendampingan guru. Alat peraga dilengkapi visual cueing berupa jejak kaki dan garis penuntun yang dirancang untuk membantu anak memahami arah, ritme, dan panjang langkah secara bertahap. Observasi dilakukan selama kegiatan untuk melihat perubahan kemampuan motorik anak. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengoordinasikan panjang langkah, ritme berjalan, dan orientasi tubuh. Integrasi informasi visual dan kinestetik melalui alat peraga terbukti membantu anak menginternalisasi pola berjalan yang lebih stabil. Selain itu, guru menilai media ini mudah digunakan, adaptif, dan relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi media pembelajaran berbasis analisis gerak efektif mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini.
Senyum Sehat Sejak Kecil : Edukasi Kesehatan Gigi Bagi Siswa SDIT Lukmanul Hakim Astri Anita; Siti Fadhilla Fitrianty Lahay; Dian Pratiwi Iman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3931

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan pada anak usia sekolah, terutama pada fase gigi campuran. Tingginya prevalensi karies pada anak usia 5–9 tahun menunjukkan bahwa pemahaman mengenai kesehatan gigi dan pemilihan makanan yang tepat masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai kesehatan gigi, khususnya dalam membedakan jenis makanan yang bersifat protektif dan kariogenik. Kegiatan edukasi dilaksanakan secara interaktif pada 26 siswa kelas 2 SDIT Lukmanul Hakim. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi visual dan pemutaran video edukatif agar mudah dipahami oleh siswa. Setelah kegiatan edukasi, dilakukan evaluasi menggunakan post-test berupa lembar kerja yang berisi tugas mengelompokkan makanan berdasarkan sifatnya terhadap kesehatan gigi. Data hasil evaluasi kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat tingkat pemahaman siswa. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik, diikuti kategori baik dan cukup, tanpa ditemukan kategori kurang. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan gigi. Untuk menjaga keberlanjutan hasil tersebut, diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam membentuk kebiasaan perawatan gigi yang sehat sejak usia dini.  
Storytelling Berbasis Komik sebagai Media Edukasi Fisioterapi Preventif tentang Bahaya Paparan Merkuri pada Siswa Sekolah Dasar di Daerah Pertambangan Astri Anita; Sri Manovita Pateda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4012

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang bahaya paparan merkuri di wilayah pertambangan serta mendukung promotif-preventif fisioterapi melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah storytelling berbasis komik, di mana siswa SDN 9 Marisa mengikuti penyampaian cerita interaktif, diskusi, dan evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test sederhana. Media komik dipilih karena mengintegrasikan alur naratif dan elemen visual yang kontekstual, sehingga memudahkan anak memahami risiko merkuri dan kaitannya dengan fungsi gerak serta kesehatan neuromotor. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya paparan merkuri, keterlibatan aktif selama diskusi, dan respons positif dari guru terhadap metode ini. Kesimpulannya, storytelling berbasis komik terbukti efektif sebagai media edukasi inovatif dan kontekstual untuk mendukung peran fisioterapi promotif-preventif, sekaligus meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya menjaga fungsi gerak dan kesehatan neuromotor. Pendekatan ini dapat menjadi model edukasi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan dan mudah direplikasi di wilayah pertambangan lainnya.
Improving Maternal Health through Nutrition Education and Home-Based Prenatal Mobilization Program Astri - Anita; Dwi Hardiyanti
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: June 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v5i1.37255

Abstract

ABSTRACTPregnant women are vulnerable to health risks such as anemia, nutrient deficiencies, and musculoskeletal complaints. This community service aimed to improve maternal knowledge and healthy behaviors through nutrition education and home-based prenatal mobilization using the In-House Training (IHT) method. The program involved all pregnant women registered at Puskesmas Bungoro, with interventions including education on iron tablet consumption, foods rich in iron and vitamin C, pelvic and postural exercises, breathing techniques, and stress and rest management. Evaluation was conducted descriptively through direct observation and interviews. Results showed significant improvements in maternal knowledge and behaviors, including adherence to iron tablet consumption increasing from 40% to 82% and practice of prenatal mobilization exercises from 35% to 78%. These findings indicate that home-based, personally guided education with direct demonstration and interactive guidance effectively enhances maternal health awareness and promotes positive behavioral change. The program is recommended as a practical model for promotive and preventive maternal health interventions at primary health care facilities.Ibu hamil rentan terhadap risiko kesehatan seperti anemia, kekurangan nutrisi, dan keluhan muskuloskeletal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat ibu hamil melalui edukasi nutrisi dan mobilisasi prenatal di rumah dengan metode In-House Training (IHT). Program mencakup edukasi konsumsi tablet tambah darah, makanan tinggi zat besi dan vitamin C, latihan panggul dan postur, teknik pernapasan, serta manajemen stres dan istirahat. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara singkat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan perilaku ibu hamil, termasuk kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dari 40% menjadi 82% dan praktik latihan mobilisasi prenatal dari 35% menjadi 78%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi di rumah dengan pendampingan personal, demonstrasi langsung, dan interaksi dua arah efektif meningkatkan kesadaran kesehatan ibu serta mendorong perubahan perilaku positif. Program ini dapat dijadikan model praktis untuk intervensi promotif dan preventif kesehatan ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Dari Kebiasaan ke Karakter: Pembiasaan Gemar Membaca pada Anak TK A jesica - Mulyadi; Astri - Anita; Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: June 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v5i1.35704

Abstract

The Indonesian Children's Habits Programme (KAIH) is one of the government's efforts to shape positive character and habits in early childhood, including building an interest in reading. This community service activity aims to increase knowledge and interest in reading among kindergarten students through educational videos. The activity was carried out at Aisyiyah Bustanul Athfal Bolihuangga Kindergarten in Gorontalo Regency on 14 October 2025 with 17 students participating. The stages of the activity included preparation, screening of educational videos, interactive discussions, and evaluation. The evaluation results showed an increase in knowledge related to reading skills from 29.41% to 70.59%, as well as an increase in knowledge about the benefits of reading from 41.18% to 88.24%. These findings indicate that the use of educational videos is effective in increasing students' understanding and interest in reading activities. Thus, audio-visual media-based learning strategies can be a relevant alternative for fostering a culture of reading from an early age. Keywords: Indonesian Children's Habits Programme (KAIH), early childhood, educational videos, interest in reading, early literacy, kindergarten.
Optimalisasi Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Wanita Usia Produktif Melalui Implementasi Program CANTIK SEHAT di Puskesmas Dungingi Sri Andriani Ibrahim; Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay; Astri Anita; Taufiq Qurrohman; ⁠⁠Nurfahira Salim; ⁠⁠Nur Mir’atul Ginaya Rahman; Ananda Syakbaniah Herman Rauf
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: June 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v5i1.36463

Abstract

The CANTIK SEHAT program at Dungingi Primary Health Center aims to facilitate early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs) among women of reproductive age. This descriptive quantitative study with a cross-sectional approach involved 55 respondents in November 2025, utilizing clinical breast screening (USG), anthropometry, and hemodynamic-metabolic examinations. Results revealed that 7.27% of respondents were at high risk for breast tumors, with 31.48% showing USG abnormalities. Regarding metabolic risks, the prevalence of obesity reached 69.1%, pre-hypertension 56.4%, and moderate diabetes risk was 65.5%. Most cases were asymptomatic, highlighting an NCD "iceberg phenomenon" exacerbated by the cultural normalization of obesity. This program proved effective as a mass screening tool for early disease identification. Strengthening primary care through education and structured lifestyle monitoring is crucial to preventively reduce female morbidity and improve long-term public health outcomes.
Edukasi Periksa Urine Sendiri (PURI) sebagai upaya Pencegahan Dehidrasi pada Lansia di Desa Leboto Kecamatan Kwandang Yuniarty Antu; Dian Pratiwi Iman; Astri Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4806

Abstract

Air merupakan nutrisi terpenting dalam tubuh untuk menjaga homeostasis dan berbagai fungsi fisiologis lainnya. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, total body water dalam tubuh berkurang sehingga menurunkan fungsi berbagai sistem tubuh. Pada usia 70 tahun terjadi penurunan sekitar 40% total body water, disertai penurunan respons haus dan fungsi vasopresin yang menyebabkan lansia lebih rentan mengalami dehidrasi. Dampak dehidrasi dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, daya ingat, dan menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Urine Colour Chart merupakan salah satu metode untuk menilai status hidrasi dengan mengamati warna urine. PURI (Periksa Urine Sendiri) merupakan metode yang relatif murah dan mudah dilakukan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi interaktif, serta intervensi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 30 orang lansia yang didampingi oleh 1 orang perawat. Edukasi kesehatan mengenai penggunaan Urine Colour Chart diharapkan dapat meningkatkan pemahaman lansia dalam mengenali tanda-tanda dehidrasi dan mendorong upaya pencegahan dehidrasi secara mandiri.