Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Masyarakat Kota Gorontalo Keluarahan Heledulaa melalui Program Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis oleh Apotek Nabila Farma Mohamad Aprianto Paneo; Multiani S Latif; Serly Daud
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 1, No 2 (2022): Vol 1 Edisi 2 2022
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.081 KB) | DOI: 10.3731/phar.soc.v1i2.18346

Abstract

Peningkatan kesehatan pada masyarakat sudah menjadi tugas kita semua, terutama tenaga mendis. Kolaborasi antara tenaga medis dan penunjang medis dilaksanakan oleh tim Apotek Nabila Farma dalam program pemeriksaan dan Pengobatan Gratis di wilayah Jalan Gelatik, Keluarahan Heledulaa, Kota Gorontalo,Provinsi Gorontalo. Prorgram ini dilaksanakan dengan pendekatan terhadap masyarakat, pengumuman disampaikan melalui landmark terdekat di Apotek Nabila Farma, selanjutnya masyarakat yang mengikuti program ini mengikuti olahraga senam zumba untuk meningkatkan jasmani, kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan oleh perawat, diagnosis penyakit oleh dokter, dan pemberian obat serta multivitamin oleh Apoteker dan asisten apoteker. Masyarakat diberikan makanan bergizi dan informasi terkait kesehatan setelah mengikuti program tersebut. Berdasarkan hasil yang diperoleh, masyarakat paling banyak menderita penyakit degenaratif dan Hipertensi persentasi terbesar dengan angka 40%, kemudian diikuti oleh kolesterol 27%, Diabetes Mellitus 24% dan Asam urat 9%. Program pemeriksaan dan pengobatan gratis seperti ini perlu dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan mutu kesehatan di Kota Gorontalo.
Hubungan Kompetensi Kognitif Rapid Health Assessment dengan Tingkat Kesiapsiagaan Bencana Mahasiswa Kesehatan Muhammad Falih Marwan; Zukhriana K Yusuf; Serly Daud; Abdi Dzul Ikram Hasanuddin; Sri Manovita Pateda
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55823

Abstract

Escalating disasters in Indonesia (3,472 events in 2024) demand Rapid Health Assessment (RHA) competency among health students, yet curriculum integration remains inadequate. This study aimed to analyze the correlation between cognitive RHA competency and disaster preparedness. An observational analytic cross-sectional study involved 310 medical, nursing, and midwifery students at Universitas Negeri Gorontalo using Proportional Stratified Random Sampling. Instruments comprised Guttman scale questionnaires (RHA knowledge) and Likert scale (preparedness), analyzed via Spearman's Rho test (α=0.05) using SPSS. Results revealed 61.1% respondents achieved "Good" RHA knowledge category with significant correlation (p=0.004). The study concludes RHA competency positively contributes to disaster preparedness through implicit knowledge, recommending interprofessional simulation for curriculum transformation.
Edukasi Terapi Infrared dalam Rehabilitasi Medik: Observasi Klinis Mahasiswa Kedokteran di Empat Rumah Sakit Mitra Astri Anita; Vivien Novarina A Kasim; Serly Daud; Muhamad Nur Syukriani Yusuf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4546

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa Fakultas Kedokteran terhadap prinsip kerja, indikasi, kontraindikasi, dan prosedur terapi infrared sebagai modalitas rehabilitasi medik nonfarmakologis, sekaligus memperkuat keterampilan observasi klinis dan kolaborasi interprofesional. Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain observational-based educational intervention dengan pendekatan one-group post-test evaluation, melibatkan 44 mahasiswa mata kuliah pilihan Kedokteran Komplementer di 4 rumah sakit mitra. Rangkaian kegiatan mencakup pembekalan teori di kelas, diskusi interaktif, dan observasi langsung penggunaan terapi infrared di unit rehabilitasi medik yang difasilitasi oleh fisioterapis penanggung jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan post-test terstruktur yang mengukur pemahaman mahasiswa pada aspek tata laksana, indikasi, kontraindikasi, dan keselamatan pasien. Hasil menunjukkan seluruh peserta mencapai tingkat pemahaman baik dengan rentang skor 80–90. Pendekatan edukasi berbasis observasi klinis terbukti efektif mengintegrasikan teori dengan praktik, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan memperluas wawasan kolaborasi interprofesional mahasiswa kedokteran.
Gambaran Masalah Mental Emosional Siswa Kelas 12 SMA Berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) Pretty Zellyn Quieta Derek; Serly Daud; Yuniarty Antu; Muhammad Isman Jusuf; Yancy Lumentut
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran masalah mental emosional pada siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Limboto berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Limboto pada tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 78 siswa kelas 12 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan SDQ versi Indonesia yang mencakup lima domain, yaitu gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah hubungan teman sebaya, dan perilaku prososial. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi skor total kesulitan dan masing-masing domain. Sebanyak 50% responden berada pada kategori normal berdasarkan skor total SDQ, namun masih ditemukan responden dengan kategori borderline dan abnormal. Domain gejala emosional menunjukkan proporsi kategori abnormal tertinggi, sedangkan domain perilaku prososial sebagian besar berada pada kategori normal. Diperlukan pelaksanaan skrining kesehatan mental secara rutin di lingkungan sekolah serta penguatan program promotif dan preventif melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan layanan kesehatan