Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada remaja putri di Indonesia, dengan prevalensi yang cenderung tinggi berdasarkan data nasional terkini. Berdasarkan hasil wawancara dengan mitra, remaja putri Orang Muda Katolik (OMK) Mater Omnium Gentium Paroki St. Kristoforus Matani, diketahui memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai gejala anemia serta menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media poster, dilengkapi pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 13 responden berusia 13–25 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,85 meningkat menjadi 95,38 pada post-test, atau setara peningkatan sebesar 29,16%. Seluruh responden memperoleh nilai post-test pada rentang 90–100. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pengertian, gejala, faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan anemia. Rekomendasi perbaikan meliputi variasi metode edukasi, penyuluhan berkelanjutan, dan evaluasi jangka panjang terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku peserta.