Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FILSAFAT PENGELOLAAN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT (HRM) DALAM ERA DIGITAL: ANALISIS PARADIGMA BARU UNTUK KEWIRAUSAHAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0 Lukman Priyandono; Muhardi
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/mpu.v16i1.1829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya manusia (HRM) pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis konseptual-filosofis digunakan untuk menelaah integrasi antara nilai kemanusiaan, etika digital, dan kewirausahaan SDM dalam membentuk model Human-Centered HRM. Data dikumpulkan melalui kajian literatur sistematis berbasis PRISMA serta wawancara semi-terstruktur dengan delapan pakar HR dan akademisi filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRM 5.0 menuntut keseimbangan antara kecerdasan buatan dan empati manusia melalui penguatan nilai ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam kebijakan organisasi. Nilai-nilai kemanusiaan, refleksi moral, dan tanggung jawab sosial menjadi landasan utama dalam menciptakan sistem pengelolaan SDM yang etis, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan model konseptual Human-Centered HRM Framework yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dan pengambilan keputusan strategis di era digital. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan teoretis dan praktis dalam pengembangan manajemen SDM yang humanistik dan reflektif.
Krisis Lingkungan, Legitimasi, dan Implementasi ESG di Sektor Sumber Daya Alam Sunarto Sunarto; Tasya Aspiranti; A. Harits Nu'man; Sri Suwarsi; Lukman Priyandono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8650

Abstract

Krisis lingkungan akibat banjir dan longsor besar di Sumatra yang menewaskan lebih dari 1.000 jiwa telah memicu perubahan fundamental dalam tata kelola sektor sumber daya alam di Indonesia. Kebijakan tegas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan pelanggar regulasi menandai pergeseran paradigma menuju orientasi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif mengenai dinamika respons multi-aktor, proses pemulihan legitimasi organisasi melalui social license to operate, serta integrasi prinsip Environmental, Social, Governance (ESG). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interpretif dengan metode studi kasus eksploratif, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat responden kunci dan analisis data sekunder dari periode tahun 2022 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ini memicu tekanan regulasi yang kuat, memunculkan legitimacy gap yang menurunkan legitimasi sosial perusahaan, serta mendorong transformasi model bisnis industri berbasis ekstraktif. Integrasi aspek ESG terbukti esensial berfungsi sebagai alat mitigasi risiko yang efektif, meningkatkan keunggulan kompetitif, serta memulihkan kembali kepercayaan para pemangku kepentingan. Melalui perspektif manajemen strategis syariah, krisis ini menegaskan pentingnya implementasi nilai keadilan ('adl), amanah, dan kemaslahatan secara nyata dalam aktivitas bisnis. Kesimpulannya, krisis lingkungan bukan sekadar ancaman operasional, melainkan menjadi titik balik strategis bagi organisasi untuk melakukan transformasi total menuju praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, inklusif, dan beretika.