Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa 3T (Tertinggal, Termiskin, Terluar) Melalui Edukasi Nutrisi dan Diversifikasi Pangan Berbasis Ubi Ungu (Dioscorea alata) Elin Hidayat; Agnes Erlita Distriani Patade; Sisilia Rammang; Waode Fitrah Sari; Fahri Reza; Ismunandar Wahyu Kindang; Ni Kadek Sari Savitri Anjani; Debiana Fransiska Dewi; Risnawati Pabe; Anastasya Kue; Suci Maharani; Anisa A. Paba; Deis Natalia; Dira Nabila; Amanda Amanda; Juwita Melda Sari Tebisi
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1387

Abstract

Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di wilayah 3T (Tertinggal, Termiskin dan Terluar), termasuk di Kabupaten Donggala, yang ditandai dengan tingginya angka stunting dan rendahnya pemanfaatan pangan lokal bergizi. Salah satu potensi pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah ubi ungu (Dioscorea alata), padahal memiliki kandungan gizi tinggi seperti karbohidrat kompleks, serat, vitamin, mineral, dan antosianin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang serta keterampilan diversifikasi pangan berbasis ubi ungu. Metode pelaksanaan meliputi edukasi nutrisi melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta pelatihan praktik langsung pembuatan olahan ubi ungu, dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terkait gizi seimbang (dari 25% menjadi 85%), manfaat ubi ungu (dari 30% menjadi 88%), kemampuan menyusun menu sehat (dari 20% menjadi 80%), dan keterampilan mengolah ubi ungu (dari 10% menjadi 90%). Peserta juga menilai bahwa olahan ubi ungu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan desa serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 (Zero Hunger) dan poin 3 (Good Health and Well-being).
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Rumah Sakit Woodward Palu: Penelitian Ni Kadek Sari Savitri Anjani; Arniawan; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5992

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah umum pada pasien pre-operasi apendisitis yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis sehingga mengganggu kesiapan operasi. Intervensi farmakologis berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang efektif, salah satunya terapi butterfly hug. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 14 pasien pre-operasi apendisitis yang dipilih melalui consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian terapi butterfly hug (p = 0,001). Sebelum intervensi, sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan berat hingga sangat berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas pasien berada pada kategori kecemasan ringan dan sebagian tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Terapi butterfly hug terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi apendisitis di Rumah Sakit Woodward Palu. Saran: Terapi butterfly hug direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien pre-operasi.