Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROGRAM PEMANTAUAN GULA DARAH BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGELOLAAN DIABETES DI KELURAHAN SIRANINDI KOTA PALU Elin Hidayat; Sri Marnianti Irnawan; Sahriana Sahriana; Mikaela Delpin Fristalia; Zulkarnain Zulkarnain; Agnes Erlita Distriani Patade; Sisilia Ramang; Ilne Ai Purana Adel
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44287

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Di Kelurahan Siranindi, Kota Palu, tingkat kepatuhan penderita diabetes dalam pengelolaan penyakitnya masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengelolaan diabetes. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas program pemantauan gula darah berbasis komunitas dalam meningkatkan kepatuhan pengelolaan diabetes di Kelurahan Siranindi, Kota Palu.Metode: Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan dan penyuluhan kepada kader kesehatan setempat mengenai pentingnya pemantauan gula darah dan pengelolaan diabetes yang baik. Program ini melibatkan 50 penderita diabetes. Kader kesehatan dilatih untuk memantau gula darah dan memberikan edukasi kepada peserta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner mengenai kepatuhan pengelolaan diabetes sebelum dan setelah program. Evaluasi dilakukan dengan analisis deskriptif untuk menilai perubahan tingkat kepatuhan.Hasil: Setelah program dilaksanakan, terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat kepatuhan peserta terhadap pengelolaan diabetes, baik dalam hal pemantauan gula darah, pengaturan pola makan, maupun penggunaan obat-obatan. Keterlibatan komunitas melalui kader kesehatan juga terbukti meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengelolaan diabetes.Kesimpulan: Program pemantauan gula darah berbasis komunitas dapat meningkatkan kepatuhan pengelolaan diabetes di Kelurahan Siranindi, Kota Palu. Program ini efektif sebagai model intervensi berbasis komunitas untuk mendukung pengelolaan diabetes secara berkelanjutan.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Primipara tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Kejadian Stunting: Penelitian Febi Febi; Mikaela Delpin Fristalia; Mohamad Fikriyanto H. Kilo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5841

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu primipara tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ogodeide. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Ogodeide berjumlah 78 ibu, sampel dihitung dengan rumus Slovin yaitu 44 responden dan ditentukan dengan cluster random sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan dengan kategori cukup yaitu 27 responden (61,4%), memiliki sikap dalam kategori baik sebanyak 33 responden (75,0%), dan anak yang tidak mengalami stunting sebanyak 32 responden (72,7%). Hasil uji chi square didapatkan p value antara pengetahuan dan kejadian stunting 0,000 dan sikap dengan kejadian stunting p value 0,004 (≤ α 0,05). Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu primipara tentang 1000 hari pertama kehidupan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ogodeide. Hasil penelitian ini diharapkan Menyusun strategi edukasi dan intervensi kesehatan yang lebih efektif.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua dan Durasi Paparan Gadget dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia Prasekolah di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Nurafifah; Ni Nyoman Udiani; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5989

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan bicara merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah. Salah satu gangguan yang sering ditemukan adalah speech delay yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget. Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai stimulasi bicara yang tepat serta tingginya durasi paparan gadget dapat mengurangi interaksi verbal dua arah antara anak dan orang tua maupun lingkungan sekitar, sehingga berpotensi menghambat perkembangan bicara anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget dengan kejadian speech delay pada anak usia prasekolah di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah orang tua pasien di Poliklinik Anak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Sampel dihitung menggunakan rumus Roscoe yang menghasilkan 30 responden. Teknik penelitian ini yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan orang tua dan kuesioner durasi paparan gadget, serta DDST II untuk menilai kejadian speech delay. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact test. Hasil: Sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan kurang dan durasi paparan gadget yang tinggi. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan orang tua dan durasi paparan gadget dengan kejadian speech delay..
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Rumah Sakit Woodward Palu: Penelitian Ni Kadek Sari Savitri Anjani; Arniawan; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5992

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah umum pada pasien pre-operasi apendisitis yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis sehingga mengganggu kesiapan operasi. Intervensi farmakologis berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang efektif, salah satunya terapi butterfly hug. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 14 pasien pre-operasi apendisitis yang dipilih melalui consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian terapi butterfly hug (p = 0,001). Sebelum intervensi, sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan berat hingga sangat berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas pasien berada pada kategori kecemasan ringan dan sebagian tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Terapi butterfly hug terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi apendisitis di Rumah Sakit Woodward Palu. Saran: Terapi butterfly hug direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien pre-operasi.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Saprina; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5471

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.