Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Caring Leadership Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Di Ruangan Rawat Inap Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Faradillah; Arniawan; Siti Yartin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7210

Abstract

Latar Belakang: Caring leadership merupakan gaya kepemimpinan dalam keperawatan yang menekankan nilai kepedulian, empati, dan hubungan interpersonal antara pimpinan dan perawat pelaksana. Penerapan caring leadership yang kurang optimal dapat berdampak pada menurunnya kinerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan. Oleh karena itu, caring leadership menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja perawat pelaksana, khususnya di ruangan rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah Membuktikan hubungan caring leadership terhadap kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 222 perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel 69 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah propotional stratifaid random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner caring leadership dan kinerja perawat pelaksana, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil uji chi-square di dapatkan hasil P= 0,000 (≤ 0,05) H0 di tolak dan Ha di terima di dapatkan bahwa penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara Caring leadership terhadap kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD undata Provinsi Sulawesi Tengah, Simpulan: Ada hubungan caring leadership terhadap kinerja perawat pelaksana di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Saran: Diharapkan pihak manajemen rumah sakit dan kepala ruangan dapat mempertahankan serta meningkatkan penerapan caring leadership sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana dan mutu pelayanan keperawatan.
Hubungan Motivasi Belajar dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Tingkat Stres Akademik Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Palu : Penelitian Felin Mariam Pagala; Bayu Eka Kurniawan; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5533

Abstract

Stres akademik merupakan masalah yang sering dialami siswa akibat beban belajar yang semakin meningkat seperti tugas, dan tekanan prestasi. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya yang berperan dalam membantu siswa menghadapi tekanan akademik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palu yang berjumlah 458 siswa. Sampel berjumlah 82 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, dukungan sosial teman sebaya, dan stres akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan tingkat stres akademik (p = 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan tingkat stres akademik (p = 0,001 < 0,05). Siswa dengan motivasi belajar tinggi dan dukungan sosial teman sebaya yang baik cenderung memiliki tingkat stres akademik yang lebih rendah. Motivasi belajar dan dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat stres akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palu. Sekolah diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan memperkuat dukungan sosial teman sebaya melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan untuk menurunkan tingkat stres akademik.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecanduan Game Online Pada Remaja di SMP N 7 Palu: Penelitian Elvira Jayani; Agnes Erlita Distriani Patade; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5623

Abstract

Kecanduan game online di kalangan remaja semakin meningkat dan berdampak pada aspek akademik, sosial, maupun psikologis. Pola asuh orang tua yang tidak konsisten membuat remaja lebih rentan bermain game secara berlebihan tanpa pengawasan yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan kecanduan game online pada remaja di SMP N 7 Palu. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya terdiri dari 359 siswa kelas VII dan VIII, sedangkan sampel sebanyak 79 responden diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Chi-Square Fort Treent untuk menguji hubungan antarvariabel. Sebagian besar remaja memiliki pola asuh orang tua permisif dan demokratis (masing-masing 49,4%), sedangkan pola asuh otoriter hanya 1,3%. Tingkat kecanduan game online mayoritas berada pada kategori sedang (50,6%) dan tinggi (44,3%). Hasil uji Chi-Square Fort Treent (p = 0,000) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan kecanduan game online pada remaja. Terdapat hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecanduan game online pada remaja di SMP N 7 Palu.
Hubungan Pertemanan Toxic relationship Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Semester VII di Universitas Widya Nusantara : Penelitian Nurmawati Lamang; Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5905

Abstract

Kesehatan mental memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung prestasi akademik dan kualitas hidup mahasiswa, terutama mahasiswa semester VII yang berada pada tahap akhir perkuliahan dan lebih rentan terhadap tekanan akademik, sosial, maupun emosional. Salah satu faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap kondisi tersebut adalah pertemanan yang bersifat toxic relationship, yang ditandai dengan adanya perilaku manipulatif, sikap dominan, minimnya empati, serta pola komunikasi yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertemanan toxic relationship dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 211 mahasiswa semester VII, dengan sampel 68 responden yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner toxic relationship (12 item) dan Mental Health Inventory (50 item). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,1% responden berada dalam pertemanan yang bersifat toxic dan 79,4% mengalami gangguan kesehatan mental. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value 0,006 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic relationship dalam pertemanan dan kesehatan mental mahasiswa semester VII di Universitas Widya Nusantara. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat toxic relationship yang dialami, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa.
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Rumah Sakit Woodward Palu: Penelitian Ni Kadek Sari Savitri Anjani; Arniawan; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5992

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah umum pada pasien pre-operasi apendisitis yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis sehingga mengganggu kesiapan operasi. Intervensi farmakologis berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis yang efektif, salah satunya terapi butterfly hug. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 14 pasien pre-operasi apendisitis yang dipilih melalui consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian terapi butterfly hug (p = 0,001). Sebelum intervensi, sebagian besar pasien berada pada kategori kecemasan berat hingga sangat berat, sedangkan setelah intervensi mayoritas pasien berada pada kategori kecemasan ringan dan sebagian tidak mengalami kecemasan. Kesimpulan: Terapi butterfly hug terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi apendisitis di Rumah Sakit Woodward Palu. Saran: Terapi butterfly hug direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien pre-operasi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Manajemen Perawatan Diri pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu: Penelitian Nia Sulistari Palugu; Arniawan; Matius Paundanan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5341

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius, sehingga memerlukan penanganan dan pengelolaan secara berkelanjutan. Upaya manajemen perawatan diri menjadi aspek penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah serta menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Keberhasilan perawatan diri tidak terlepas dari peran dukungan keluarga, baik dalam bentuk dukungan emosional, pemberian motivasi, maupun bantuan nyata dalam kepatuhan pengobatan dan penerapan gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen perawatan diri pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional serta menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Jumlah populasi penelitian terdiri dari 783 pasien hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu. Dari populasi tersebut, ditetapkan sebanyak 89 responden sebagai sampel penelitian melalui teknik proportionate stratified random sampling agar setiap strata populasi terwakili secara proporsional. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau nilai signifikansi α = 0,05. Hasil analisis penelitian memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna dengan tingkat kekuatan sedang antara dukungan keluarga dan kemampuan pasien hipertensi dalam melakukan manajemen perawatan diri. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 dengan signifikansi p = 0,002 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa peran keluarga memiliki kontribusi penting dalam mendukung perilaku perawatan diri pasien. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan manajemen perawatan diri pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Birobuli Kota Palu.
Pengaruh Pemberian Health Education terhadap Pengetahuan Remaja Putri terkait Pencegahan Keputihan di SMP Negeri 19 Palu: Penelitian Farah Rezki Nurkhaerani; Ni Nyoman Elfiyunai; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5358

Abstract

WHO melaporkan bahwa sekitar 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan, sedangkan di Eropa sebesar 25%. Hasil wawancara terhadap 10 siswi menunjukkan 6 siswi pernah mengalami keputihan disertai rasa gatal namun menganggapnya sebagai kondisi normal, sementara 4 siswi belum mengetahui pengertian keputihan maupun cara pencegahannya. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pendidikan kesehatan di sekolah sehingga pengetahuan remaja putri terkait kesehatan reproduksi masih rendah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Populasi berjumlah 96 remaja putri, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan health education. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Simpulan: Health education efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan keputihan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan pada Anak Usia 7-18 Tahun yang Akan Dilakukan Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Puspita; Ahmil; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5427

Abstract

Anak yang menjalani tindakan medis seperti pemasangan infus sering mengalami kecemasan akibat rasa takut dan lingkungan rumah sakit yang asing. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan anak adalah dukungan keluarga, dimana keluarga dapat memberikan rasa aman dan menurunkan kecemasan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan anak usia 7–18 tahun yang akan dilakukan pemasangan infus di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang akan di lakukan pemasangan infus di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 205 orang, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 67 orang. Berdasarkan hasil analisis uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,658. Jika dibandingkan dengan tingkat signifikansi α = 0,05, maka p > 0,05, yang berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan anak dengan dukungan keluarga tinggi dan sedang. Dengan demikian, tingkat dukungan keluarga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kecemasan anak yang akan dilakukan pemasangan infus. Orang tua atau anggota keluarga diharapkan hadir selama prosedur dan memberikan dukungan emosional yang hangat, menenangkan, dan penuh perhatian sehingga anak merasa aman.