Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Using the Baamboozle Game on the Civic Education Learning Outcomes of Third-Grade Students at MI Sirojul Anwar Adinda Nur Alfia Azzahra; Khaidir Fadil Fadil; Mukhrij Sidqy
Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : STKIP Al Islam Tunas Bangsa dan HEPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52647/jep.v8i1.548

Abstract

This study aims to determine the effect of using the Baamboozle game on the Civic Education learning outcomes of third-grade students at MI Sirojul Anwar. The research method used was a quasi-experimental study with a Non-Equivalent Control-Group Design. The research sample consisted of 60 students divided into an experimental class (30 students) and a control class (30 students). The research instrument was an essay test consisting of 20 questions, the validity of which was tested using the Product Moment correlation with a table r value of 0.361, resulting in 15 valid questions and 5 invalid questions. The reliability test using Cronbach’s Alpha yielded a value of 0.858, which falls into the very high category. Data analysis techniques included the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s Test for homogeneity, Paired Sample T-Test, and Independent Sample T-Test using SPSS 23. The results showed that the experimental class’s pretest average of 28.13 increased to 38.66 on the posttest, representing a 36.95% increase or a rise of 10.53 points. The control class increased from 27.66 to 32.86, representing an 18.75% increase or a rise of 5.20 points. Based on the Independent Sample T-Test, a significance value of 0.000 < 0.05 was obtained, indicating a significant effect of the use of the Baamboozle game on students’ Civic Education learning outcomes. It can be concluded that the Baamboozle game is effective in improving Civic Education learning outcomes.
Implementasi Kitab Al-Jazariyah untuk Meningkatkan Kefasihan Makharijul Huruf dan Sifat Huruf pada Mata Pelajaran Al-Qur'an di Kelas I’dad Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Munawwir Bogor Muhamad Fadli Ferdian; Indry Nirma Yunizul Pesha; Mukhrij Sidqy
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/k047gf41

Abstract

                  Al-Qur’an merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang harus dibaca secara fasih sesuai kaidah tajwid. Namun, di kelas I’dad Pondok Pesantren AlQur’an Al-Munawwir Bogor masih ditemukan santri yang mengalami kesulitan dalam kefasihan makharijul huruf dan sifat-sifat huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kitab Al-Jazariyah dalam pembelajaran Al-Qur’an, peningkatan kefasihan bacaan santri, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes bacaan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) implementasi Kitab AlJazariyah dilaksanakan secara sistematis melalui pembelajaran bait-bait Al-Jazariyah yang disertai praktik talaqqi dan musyafahah. Dari 20 santri yang diteliti, 13 santri telah menguasai pembelajaran Kitab Al-Jazariyah dengan baik, sementara 7 santri masih memerlukan pendampingan lanjutan. (2) Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kefasihan pengucapan huruf hijaiyah, baik dari aspek makharijul huruf maupun sifat huruf. Berdasarkan hasil evaluasi, 13 santri mengalami peningkatan kefasihan bacaan Al-Qur’an dan sifat huruf, sedangkan 7 santri belum menunjukkan perkembangan optimal. (3) Keberhasilan pembelajaran didukung oleh metode pengajaran yang tepat dan kompetensi guru, sementara hambatan utama meliputi rendahnya motivasi santri dan perbedaan kemampuan belajar. Hasil korelasi menunjukkan bahwa Dari 20 santri, 13 santri memiliki motivasi dan keseriusan belajar yang tinggi serta mampu mengikuti metode pembelajaran dengan baik didukung oleh kompetensi guru dalam membimbing pembelajaran, sedangkan 7 santri lainnya memiliki motivasi dan keseriusan belajar yang lebih rendah sehingga perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’annya belum optimal. Adapun hasil solusi berdasarkan kondisi 20 santri tersebut yaitu 13 santri yang sudah fasih dalam makhraj huruf dan sifat huruf diberikan penguatan melalui latihan lanjutan, murojaah, dan tutor sebaya, sedangkan 7 santri yang kurang optimal mendapat bimbingan individual, pengulangan materi bertahap, serta motivasi dan evaluasi guru.