Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Penggunaan Second Account Instagram Dalam Praktik Unggahan Cerita Mahasiswa Universitas Djuanda Siti Balqis Sari Manah
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/c9pwve40

Abstract

Penggunaan Instagram di kalangan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui akun utama, tetapi juga melalui second account sebagai ruang komunikasi alternatif. Sejumlah penelitian telah membahas motif dan pola penggunaan second account, namun kajian yang menyoroti makna subjektif penggunaan second account dalam praktik unggahan Instagram Story masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna penggunaan second account Instagram dalam praktik unggahan Instagram Story mahasiswa Universitas Djuanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan perspektif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap mahasiswa Universitas Djuanda yang aktif menggunakan second account Instagram. Pengumpulan data didukung oleh observasi non-partisipan terhadap unggahan Instagram Story. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa second account dimaknai sebagai ruang yang lebih privat dan personal dibandingkan akun utama, sehingga memungkinkan mahasiswa mengekspresikan diri secara lebih bebas dan autentik. Unggahan Instagram Story pada second account berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, pelepasan stres, serta pengelolaan identitas digital di tengah tuntutan pencitraan publik. Pemilihan audiens yang terbatas menciptakan rasa aman psikologis yang mendorong keterbukaan dalam berkomunikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi digital dengan menegaskan bahwa penggunaan second account merupakan strategi komunikasi mahasiswa dalam mengelola identitas dan relasi sosial di ruang digital. 
Peran Interaksi Orang Tua dalam Mendorong Keterbukaan Anak Usia Remaja Ayunisa Nurrahmah; Haifa Hana Panji Awalia; Rehabibah Apriliya; Rijal Mahendra; Siti Balqis Sari Manah; Xeviola Rhytma Jazzyra; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21898

Abstract

Komunikasi dengan orang tua berperan penting untuk mendorong keterbukaan anak, khususnya di usia remaja. Namun, masih banyak anak yang mengalami kesulitan untuk terbuka akibat adanya gap usia yang menjadi kesenjangan komunikasi dan kurangnya validasi emosi. Tujuan penelitian ini untuk melihat interaksi orang tua dan anak dapat mendorong keterbukaan anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, guru BK, dan dosen psikologi, serta diperkuat dengan tinjauan pustaka. Analisis berlandaskan pada teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) melalui tiga dimensi: kontrol, inklusi dan keterbukaan/kasih sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kontrol yang demokratis membuat anak lebih terbuka, sedangkan sistem kontrol otoriter justru menghambat komunikasi. Praktik inklusi yang berhasil dapat meningkatkan rasa dihargai dan percaya diri anak. Keterbukaan anak kepada orang tua tumbuh melalui empati, komunikasi suportif, dan dialog tanpa menghakimi. Sebaliknya, perilaku orang tua yang membandingkan, mengabaikan, atau terlalu membatasi anak, hal itu membuat pribadi anak menjadi tertutup. Dengan demikian, anak menjadi lebih terbuka, percaya diri, dan mampu berkomunikasi dengan baik di lingkungan keluarga dan sosial karena interaksi orang tua yang seimbang yang menggabungkan kontrol, inklusi, dan keterbukaan/kasih sayang.