Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SELF-DISCLOSUREMAHASISWA: MODE PENGGUNAAN INSTAGRAM Xeviola Rhytma Jazzyra
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/0wya6m25

Abstract

Instagram merupakan media sosial yang banyak digunakan mahasiswa dan berperan dalam membentuk cara mereka berkomunikasi serta mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana intensitas penggunaan Instagram membentuk self-disclosure mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap mahasiswa pengguna aktif Instagram yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya membagikan konten berupa aktivitas dan ekspresi yang bersifat umum, sementara informasi pribadi dibagikan secara terbatas. Aktivitas mengunggah konten dapat menimbulkan perasaan senang, lega, maupun kurang percaya diri. Respons pengguna lain seperti like dan komentar memengaruhi keberanian mahasiswa dalam mengekspresikan diri. Respons positif mendorong keterbukaan, sedangkan kekhawatiran terhadap penilaian negatif membuat mahasiswa lebih berhati-hati. Secara keseluruhan, intensitas penggunaan Instagram membentuk pola self-disclosure yang selektif. Mahasiswa belajar mengatur batas antara informasi yang layak dibagikan kepada publik dan yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri. Dengan demikian, Instagram berperan dalam membentuk kesadaran mahasiswa terhadap pengelolaan ekspresi diri dan privasi di ruang digital.
Peran Interaksi Orang Tua dalam Mendorong Keterbukaan Anak Usia Remaja Ayunisa Nurrahmah; Haifa Hana Panji Awalia; Rehabibah Apriliya; Rijal Mahendra; Siti Balqis Sari Manah; Xeviola Rhytma Jazzyra; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21898

Abstract

Komunikasi dengan orang tua berperan penting untuk mendorong keterbukaan anak, khususnya di usia remaja. Namun, masih banyak anak yang mengalami kesulitan untuk terbuka akibat adanya gap usia yang menjadi kesenjangan komunikasi dan kurangnya validasi emosi. Tujuan penelitian ini untuk melihat interaksi orang tua dan anak dapat mendorong keterbukaan anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, guru BK, dan dosen psikologi, serta diperkuat dengan tinjauan pustaka. Analisis berlandaskan pada teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) melalui tiga dimensi: kontrol, inklusi dan keterbukaan/kasih sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kontrol yang demokratis membuat anak lebih terbuka, sedangkan sistem kontrol otoriter justru menghambat komunikasi. Praktik inklusi yang berhasil dapat meningkatkan rasa dihargai dan percaya diri anak. Keterbukaan anak kepada orang tua tumbuh melalui empati, komunikasi suportif, dan dialog tanpa menghakimi. Sebaliknya, perilaku orang tua yang membandingkan, mengabaikan, atau terlalu membatasi anak, hal itu membuat pribadi anak menjadi tertutup. Dengan demikian, anak menjadi lebih terbuka, percaya diri, dan mampu berkomunikasi dengan baik di lingkungan keluarga dan sosial karena interaksi orang tua yang seimbang yang menggabungkan kontrol, inklusi, dan keterbukaan/kasih sayang.