Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa terhadap Ekspresi Wajah Dosen dalam Meningkatkan Kepuasan Belajar pada Perkuliahan Tatap Muka Ayunisa Nurrahmah
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/nq6mbx19

Abstract

Komunikasi tatap muka tidak hanya menyampaikan pesan secara verbal, juga melibatkan komunikasi nonverbal, terutama ekspresi wajah pembicara. Ekspresi wajah dosen sangat penting dalam konteks perkuliahan karena dapat membentuk persepsi, meningkatkan keterlibatan, dan memengaruhi kepuasan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pengaruh ekspresi wajah dosen terhadap fokus, pemahaman materi, kredibilitas, dan kepuasan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 10 mahasiswa dari berbagai program studi dan universitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka daring dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi wajah yang tulus, antusias, dan selaras dengan isi materi meningkatkan fokus, pemahaman, keterlibatan, serta kepuasan mahasiswa. Sebaliknya, ekspresi datar atau tidak sesuai konteks materi menurunkan kepercayaan mahasiswa dan menghambat partisipasi aktif. Senyum, kontak mata, dan ekspresi antusias dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan ekspresi wajah merupakan elemen penting dalam komunikasi nonverbal dosen dan berkontribusi signifikan terhadap efektivitas pembelajaran tatap muka. Temuan ini menekankan perlunya pelatihan keterampilan komunikasi nonverbal bagi dosen untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan memuaskan bagi mahasiswa.
Peran Komunikasi Melalui Konten Reels dalam Meningkatkan Brand Awareness di Instagram RRI_BOGOR Ayunisa Nurrahmah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21530

Abstract

Instagram, sebagai bagian dari media sosial, menempati posisi strategis dalam menjangkau populasi audiens. Menariknya, Indonesia adalah pasar Instagram Reels terbesar di dunia, menempati posisi keempat setelah India, Amerika Serikat, dan Brasil. Hal ini menjadikan Reels sebagai alat yang efektif untuk membangun brand awareness. Menjadikan langkah pertama dalam membentuk sebuah merek produk. Berdasarkan Uses and Gratifications teori yang dikemukakan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch, media digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu dari individu. Kondisi ini membawa RRI Bogor pada kebutuhan mendesak untuk berinovasi melalui konten digital, termasuk konten Reels. Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara konten Reels digunakan untuk berkomunikasi hingga dikenali audiens. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu memahami lebih baik kemampuan konten Reels dalam upaya meningkatkan brand awareness RRI Bogor. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dengan fokus pada pengungkapan peran komunikasi dengan informasi yang padat dalam waktu singkat, sehingga RRI Bogor dapat membangun brand awareness, serta meningkatkan brand recognition dan brand recall.
Peran Interaksi Orang Tua dalam Mendorong Keterbukaan Anak Usia Remaja Ayunisa Nurrahmah; Haifa Hana Panji Awalia; Rehabibah Apriliya; Rijal Mahendra; Siti Balqis Sari Manah; Xeviola Rhytma Jazzyra; Ali Alamsyah Kusumadinata
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21898

Abstract

Komunikasi dengan orang tua berperan penting untuk mendorong keterbukaan anak, khususnya di usia remaja. Namun, masih banyak anak yang mengalami kesulitan untuk terbuka akibat adanya gap usia yang menjadi kesenjangan komunikasi dan kurangnya validasi emosi. Tujuan penelitian ini untuk melihat interaksi orang tua dan anak dapat mendorong keterbukaan anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, guru BK, dan dosen psikologi, serta diperkuat dengan tinjauan pustaka. Analisis berlandaskan pada teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) melalui tiga dimensi: kontrol, inklusi dan keterbukaan/kasih sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kontrol yang demokratis membuat anak lebih terbuka, sedangkan sistem kontrol otoriter justru menghambat komunikasi. Praktik inklusi yang berhasil dapat meningkatkan rasa dihargai dan percaya diri anak. Keterbukaan anak kepada orang tua tumbuh melalui empati, komunikasi suportif, dan dialog tanpa menghakimi. Sebaliknya, perilaku orang tua yang membandingkan, mengabaikan, atau terlalu membatasi anak, hal itu membuat pribadi anak menjadi tertutup. Dengan demikian, anak menjadi lebih terbuka, percaya diri, dan mampu berkomunikasi dengan baik di lingkungan keluarga dan sosial karena interaksi orang tua yang seimbang yang menggabungkan kontrol, inklusi, dan keterbukaan/kasih sayang.