Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Dan Optimasi Laju Penetrasi Pemboran Berbasis Mechanical Specific Energy Pada Sumur YN-01: Analysis and Optimization of Drilling Rate of Penetration Based on Mechanical Specific Energy in Well YN-01 Yudit Sirupang; Joko Wiyono; Rohima Sera Afifah
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1268

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dan mengoptimalkan parameter operasi pemboran yang memengaruhi laju penetrasi (ROP) dengan metode Mechanical Specific Energy (MSE) pada Sumur YN-01 Lapangan XN. ROP merupakan indikator penting yang menentukan efisiensi waktu dan biaya pemboran, namun data lapangan menunjukkan penurunan signifikan terutama pada interval shale–sandstone kedalaman 4.973,75 hingga 6.961,94 ft. Penelitian ini menggunakan data operasi pemboran (WOB, RPM, torsi, laju alir), interpretasi litologi, serta perhitungan MSE untuk menilai efisiensi mekanik proses pemboran dan mengidentifikasi penyebab slow ROP. Hasil menunjukkan nilai MSE tinggi (hingga 2.197.126 psi) yang menandakan inefisiensi energi akibat keausan bit, pemilihan parameter yang kurang tepat, serta kecenderungan shale menyebabkan bit balling. Optimasi berdasarkan MSE menunjukkan peningkatan ROP yang signifikan: dari 30,54 menjadi 53,84 ft/hr; 59,77 menjadi 76,92 ft/hr; 20,99 menjadi 49,52 ft/hr; 20,01 menjadi 62,34 ft/hr; 9,32 menjadi 85,51 ft/hr; dan 11,25 menjadi 81,39 ft/hr. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi WOB, RPM, dan kondisi hidraulika yang tepat dapat mengurangi inefisiensi mekanik serta meningkatkan kinerja pemboran. Penelitian ini memberikan panduan aplikatif untuk optimasi parameter pemboran pada kondisi geologi serupa.
Pengaruh Penambahan Nanopartikel Carbon terhadap Sifat Rheology dan Filtrate Loss Lumpur Pemboran Berbasis Air Multas; Joko Wiyono; Fatma
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i8.4283

Abstract

Lumpur pemboran berbasis air memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan operasi pemboran, khususnya dalam mengangkat cutting, menjaga stabilitas lubang bor, serta mengendalikan kehilangan filtrat ke formasi.Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penambahan nanopartikel karbon terhadap sifat reologi dan filtrate loss lumpur pemboran berbasis air, serta mengidentifikasi konsentrasi optimum nanopartikel karbon yang mampu memberikan performa lumpur pemboran secara maksimal. Penelitian dilakukan melalui metode eksperimen laboratorium dengan menerapkan variasi konsentrasi nanopartikel karbon, yaitu 0 g, 2 g, 4 g, 6 g, dan 8 g, untuk mengamati pengaruhnya terhadap karakteristik lumpur pemboran.Parameter yang diuji meliputi mud weight, plastic viscosity, yield point, gel strength 10 detik dan 10 menit, filtrate loss, serta pH lumpur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel karbon memberikan pengaruh terhadap sifat reologi lumpur pemboran berbasis air. Peningkatan konsentrasi nanopartikel karbon menyebabkan nilai plastic viscosity, yield point, dan gel strength meningkat, yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan lumpur dalam mengangkut serta mensuspensikan cuttings selama proses pemboran. Nilai filtrate loss mengalami penurunan pada konsentrasi rendah hingga menengah, namun meningkat kembali pada konsentrasi yang lebih tinggi. Nilai mud weight relatif stabil, sedangkan pH lumpur cenderung menurun pada konsentrasi nanopartikel carbon yang besar. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi optimum nanopartikel carbon adalah 4 gram, karena mampu memberikan keseimbangan terbaik antara peningkatan sifat reologi dan pengendalian filtrate loss. Dengan demikian, nanopartikel karbon memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aditif dalam meningkatkan performa lumpur pemboran berbasis air.
Analisis Pengaruh Penambahan Ca(Oh)₂ Terhadap Kontaminasi Ion Magnesium (Mg²⁺) Berdasarkan Nilai Rheology Lumpur Pemboran Berbasis Air Yohanes Ongky Miang; Joko Wiyono; Fatma Fatma
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1470

Abstract

This research was conducted to evaluate the impact of magnesium ion (Mg²⁺) contamination and to assess the effectiveness of calcium hydroxide (Ca(OH)₂) as a treatment agent on the rheological behavior of water-based drilling mud. The experiment utilized 350 mL of water-based mud (WBM), which was contaminated with MgCl₂·6H₂O at concentrations of 2 g, 4 g, and 6 g. Subsequently, Ca(OH)₂ was added at dosages of 1 g, 2 g, and 3 g. The evaluated parameters included plastic viscosity (PV), yield point (YP), gel strength, filtration loss, mud weight, and pH in accordance with API standards. The findings revealed that magnesium contamination altered the rheological characteristics of the drilling mud, as indicated by a reduction in PV, increases in YP and gel strength, higher filtration loss values, and a decrease in pH. These changes suggest that the presence of Mg²⁺ negatively affects mud stability. Following the addition of Ca(OH)₂, the pH increased and returned to alkaline conditions, while the adverse effects of magnesium contamination on mud rheology were partially mitigated. Although several rheological parameters remained higher than those of the base mud, the treatment demonstrated its ability to improve mud performance by stabilizing its chemical condition and reducing the influence of magnesium ions. The results indicate that Ca(OH)₂ can be applied as a treatment material to reduce the adverse effects of magnesium ion contamination in water-based drilling mud. However, an appropriate dosage is still required to achieve optimum drilling fluid performance.