Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN NILAI-NILAI ANTIKORUPSI PADA GENERASI MUDA DI SMA NEGERI 3 MAJENE Hendrawan Hendrawan; Muhammad Sajidin; Nurfadilah Nasiruddin; Rahmatullah Rahmatullah; Muhammad Syihabuddin Taufiq
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1140-1148

Abstract

Pengabdian masyarakat dengan tema penguatan nilai-nilai anti korupsi pada generasi muda di SMA Negeri 3 Majene bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan bangsa tentang bahaya korupsi dan upaya pencegahannya agar berpartisipasi aktif dalam mencegah perilaku koruptif sehingga nantinya bisa menjadi bekal baik untuk diri sendiri maupun ketika masuk dalam dunia kerja. Metode dan langkah yang yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu: 1) Melakukan Persiapan dengan koordinasi dengan Pihak sekolah SMA Negeri 3 Majene. 2) Melaksanakan Sosialisasi Penguatan Antikorupsi pada generasi muda khususnya siswa siswa SMA Negeri 3 Majene, 3) melaksanakan afirmasi kepada peserta dalam upaya mengukur keberhasilan program Pengabdian Kepada Masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkatnya pemahaman siswa SMA Negeri 3 Majene terkait nilai-nilai anti korupsi yang harus di pedomani oleh para pelajar sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa, yang nantinya dapat berperan aktif dalam mencegah korupsi di Indonesia. Kami Juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bahaya budaya korupsi di lingkungan masyarakat lebih tepatnya di lingkungan keluarga.
DINAMIKA DIGITALISASI DALAM KAMPANYE POLITIK: FENOMENA MEDIA SOSIAL DALAM PILKADA SULAWESI BARAT 2024 Dewi Nuraliah; Rezki Rahmawati; Hendrawan Hendrawan; Nurfadilah Nasiruddin; Fitriani Sari Handayani Razak
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): MITZAL, VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v10i1.6097

Abstract

Era Digitalisasi telah mempengaruhi praktik kampanye politik, di mana media sosial kini menjadi wadah utama interaksi antara calon pemimpin dan masyarakat. Studi ini mengeksplorasi bagaimana transformasi digital membentuk strategi komunikasi politik dalam Pilkada Sulawesi Barat 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami praktik kampanye digital dalam konteks spesifik Sulawesi Barat. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan konten digital di platform media sosial utama calon kepala daerah, wawancara mendalam dengan tim kandidat dan pemilih yang sukses, dan analisis dokumen dan berita resmi. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa selain berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan dan penguatan citra kandidat, ruang digital juga memicu dinamika baru seperti percepatan arus informasi dan fragmentasi opini publik. Penelitian ini memberikan wawasan terkait perubahan pola komunikasi politik di tengah perkembangan teknologi yang masif, serta menyoroti dampaknya terhadap partisipasi publik dalam pemilu. 
Implementasi Kebijakan Menekan Pernikahan Dibawah Umur Di Desa Bonde Utara Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene St. Nurfaikah; Asriani Asriani; Hendrawan Hendrawan
Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-qanuniy.v11i2.17692

Abstract

Pernikahan anak merupakan bentuk perkawinan yang dilakukan oleh individu yang belum mencapai usia minimum yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, yaitu 19 tahun bagi kedua pihak. Fenomena ini kerap muncul akibat pengaruh budaya, kondisi ekonomi, serta kurangnya literasi masyarakat terkait kesehatan reproduksi dan hukum. Dampak dari praktik ini meliputi gangguan perkembangan fisik, psikologis, sosial, hingga terbatasnya akses pendidikan. Penelitian berjudul Implementasi Kebijakan Menekan Pernikahan di Bawah Umur di Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene ini bertujuan untuk menggambarkan proses penerapan kebijakan pencegahan pernikahan dini serta mengidentifikasi faktor penghambat di lapangan dengan menggunakan teori dari Merille S. Grindle. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini memanfaatkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemerintah desa belum melakukan pengawasan yang ketat di Desa dalam mengatasi pernikahan dibawah umur. Yang menyebabkan adanya ketidaksesuaian antara data administrasi pemerintah yang menunjukkan penurunan angka pernikahan dini dengan kondisi nyata di masyarakat. Hambatan yang muncul antara lain adalah faktor budaya yang masih permisif, lemahnya pengawasan, rendahnya tingkat pendidikan, ekonomi, serta pergaulan bebas. Dapat disimpulkan, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan serius karena belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi sosial masyarakat, sehingga diperlukan strategi integratif dan berkelanjutan untuk menekan praktik pernikahan di bawah umur.
Peningkatan Kapasitas Pemuda Desa Alu Rahmatullah Rahmatullah; Aco Nata Saputra; Hendrawan Hendrawan; Muhammad Syihabuddin Taufiq
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juli-Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i2.3432

Abstract

Abstract Increasing optimal youth capacity can have a positive impact on improving the welfare of village communities. To realize this achievement, it is necessary to carry out village youth training, including carrying out training and intellectual development of village youth. There are several stages carried out, namely: 1) carrying out training with several members of the village youth academy; and 2) compiling a report on the results of the analysis that is useful as material in managing youth organizations at the village level. Implementation of community service related to developing youth capacity in organizational development is carried out offline or face to face. The results of the analysis of increasing youth capacity show that there is a lot of youth potential that can be developed by collaborating with stakeholders involved in village development.