Abigail Theodora Tanzil
Universitas Bunda Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUSIK SEBAGAI RUANG SIMBOLIK PENYEMBUHAN DAN IMPLEMENTASINYA PADA PRA-PEMBELAJARAN MAHASISWA Abigail Theodora Tanzil; Budi Christanto; Putu Aninditha Veera Lakshmi; Michelle Shalom Harjanto
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12831

Abstract

Music not only serves as a form of entertainment but also plays an important role in supporting mental health, particularly among young people who face various academic and social pressures. One notable phenomenon is how popular songs, especially those from the K-Pop genre, are interpreted by fans as tools for coping and self-healing. This study aims to explore positive music, specifically the song Magic Shop by BTS, as a symbolic space for psychological healing among fans aged 18–25, as well as its relevance within the context of university life and classroom learning activities. This research employs a mixed-methods approach. The data were analyzed thematically to identify participants’ subjective experiences in interpreting the song Magic Shop and its impact on their emotional well-being. The findings indicate that all participants perceived Magic Shop as a source of emotional support that helped reduce stress and anxiety, improve mood, and encourage self-reflection and self-acceptance. The song was perceived as an emotionally safe symbolic space where participants could mentally rest, engage in inner dialogue, and reduce self-blame. These findings suggest that positive musik functions as an adaptive and easily accessible form of non-formal self-healing for university students. In the context of learning, the results show that such musik can be beneficial as a simple pre-learning activity to help stabilize students’ emotions, enhance learning readiness, and create a safe and supportive classroom atmosphere. This study emphasizes that students’ emotional well-being is a crucial aspect that supports the success of the learning process in higher education. ABSTRAK Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental, khususnya pada generasi muda yang menghadapi berbagai tekanan akademik dan sosial. Salah satu fenomena yang menarik adalah bagaimana lagu populer, khususnya dari genre K-Pop, dimaknai sebagai sarana coping dan self-healing oleh penggemarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi musik positif, salah satunya lagu Magic Shop karya BTS sebagai ruang simbolik penyembuhan psikologis bagi penggemar usia 18–25 tahun, serta relevansinya dalam konteks kehidupan perkuliahan dan kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pengalaman subjektif partisipan dalam memaknai lagu Magic Shop serta dampaknya terhadap kondisi emosional mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan memaknai lagu Magic Shop sebagai sumber dukungan emosional yang membantu menurunkan stres dan kecemasan, meningkatkan suasana hati, serta mendorong refleksi diri dan penerimaan diri. Lagu ini dipersepsikan sebagai ruang simbolik yang aman secara emosional, tempat partisipan dapat beristirahat secara mental, berdialog dengan diri sendiri, dan mengurangi self-blame. Temuan ini menunjukkan bahwa musik positif berfungsi sebagai media self-healing non-formal yang adaptif dan mudah diakses oleh mahasiswa. Dalam konteks pembelajaran, hasil menunjukkan bahwa musik ini dapat bermanfaat sebagai kegiatan pra-pembelajaran sederhana untuk membantu mahasiswa menstabilkan emosi, meningkatkan kesiapan belajar, dan menciptakan suasana kelas yang aman dan suportif. Penelitian ini menegaskan bahwa kesejahteraan emosional mahasiswa merupakan aspek penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran di perguruan tinggi.
HUBUNGAN GREEN PRODUCT, GREEN ROOM LAYOUT, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION PADA PEMBELAJARAN MAHASISWA KAMPUS X Budi Christanto; Christy Ayu Sarah Panjaitan; Abigail Theodora Tanzil; Christian Gregory
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9702

Abstract

Growing environmental awareness has encouraged higher education institutions to integrate sustainability principles into learning activities. The implementation of environmentally friendly concepts on campus, such as green products, green room layout, and improved service quality, is believed to influence students’ learning experiences and foster their loyalty to educational institutions. This study aims to analyze the effects of green product, green room layout, and service quality on students’ repurchase intention in the learning context at Campus X. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 176 students selected using purposive sampling, with the sample size determined using the Slovin formula. Data analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that green product has a positive and significant correlation on students’ repurchase intention. Furthermore, green room layout also shows a positive and significant correlation on repurchase intention. Service quality emerges as the most dominant variable, exerting a strong and significant correlation on repurchase intention compared to the other variables. Simultaneously, green product, green room layout, and service quality explain 63.2% of the variance in students’ repurchase intention. These findings highlight that the implementation of an integrated green campus concept supported by high-quality educational services can create sustainable learning experiences, enhance student loyalty, and promote environmental awareness within higher education institutions. ABSTRAK Peningkatan kesadaran terhadap isu lingkungan mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan kampus, seperti penggunaan green product, green room layout, dan peningkatan service quality, diyakini dapat memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa serta mendorong loyalitas mereka terhadap institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green product, green room layout, dan service quality terhadap repurchase intention mahasiswa pada pembelajaran di Kampus X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 176 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green product berhubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention mahasiswa. Selain itu, green room layout juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Variabel service quality menunjukkan hubungan paling dominan dan signifikan terhadap repurchase intention dibandingkan variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,2% variasi repurchase intention mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan konsep green campus yang terintegrasi dengan kualitas layanan pendidikan yang baik dapat menciptakan pengalaman belajar yang berkelanjutan, meningkatkan loyalitas mahasiswa, serta menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.