Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Indonesia karena jumlahnya yang dominan serta kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah dinamika perekonomian global dan tantangan pembangunan nasional, UMKM dipandang sebagai sektor yang relatif tangguh dan adaptif terhadap berbagai krisis ekonomi. Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini adalah bagaimana peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui kajian terhadap literatur, data resmi, dan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan UMKM di Indonesia. Secara teoretis, UMKM berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat, sarana pemerataan pendapatan, serta instrumen pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal. Pembahasan juga mengungkapkan bahwa peran UMKM tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan teknologi, serta akses pasar yang belum optimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa UMKM merupakan pilar utama penggerak ekonomi Indonesia, tetapi perannya belum sepenuhnya optimal tanpa dukungan kebijakan yang komprehensif. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan pemerintah melalui peningkatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi UMKM, serta penguatan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan guna meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.