Chandra Sulistyorini
Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Giving Boiled Red Betel Leaf Water on Leucorrhea in Adolescent Girls of Grade XII at SMA Negeri 1 Sangkulirang Desy Afriani Sysca; Tuti Meihartati; Widya Astutik; Chandra Sulistyorini
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51093

Abstract

Adolescent girls frequently experience leucorrhea, which can be either normal or pathological. According to WHO (2024), trichomoniasis is one of the primary causes of pathological leucorrhea, and over 1 million instances of curable STIs affect women between the ages of 15 and 49 every day. This study aimed to analyze the effect of giving red betel leaf decoction on the incidence of vaginal discharge in adolescent girls in grade XII at SMA Negeri 1 Sangkulirang. Method: This study used a quasi-experimental without a control design. The sample consisted of 30 female students who experienced vaginal discharge, selected using consecutive sampling techniques. The intervention was carried out by administering 70 ml of red betel leaf decoction twice a day for seven days. Measurements were taken before and after the intervention using questionnaires and observation sheets. This showed a significant decrease in the severity of vaginal discharge after the intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value <0.001, which showed a significant difference before and after giving red betel leaf decoction. The Mean Ranks and Z-score values also showed a significant decrease. This indicates that red betel leaf decoction is effective in reducing vaginal discharge in female adolescents. Therefore, this method can be an alternative natural treatment that is safe and easy to apply. It is expected that the results of this study can provide benefits for young women in maintaining their reproductive health.
PERBANDINGAN AUDIOVISUAL DAN KOMBINASI AUDIOVISUAL DAN SNOWBALL THROWING TERHADAP SKOR PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI Grace Maylani Sosohan; Risnawati Risnawati; Chandra Sulistyorini; Khoirul Anam
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8379

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia dengan jumlah kasus baru melebihi 66.000 setiap tahun Upaya peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai kanker payudara dan SADARI membutuhkan strategi edukasi kesehatan yang inovatif. Media audiovisual, seperti video, animasi, dan audio, berpotensi meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, snowball throwing dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran berbasis aktivitas yang menekankan keterlibatan peserta didik secara langsung melalui interaksi, diskusi, dan pertukaran pertanyaan.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan media audiovisual dan kombinasi audiovisual dan  snowball throwing terhadap skor pengetahuan tentang SADARI pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan Quasi-experimental study with a two-group pretest-posttest design. Populasi adalah siswi kelas XI yaitu 77 orang dan Sampel sebanyak 36 siswi, teknik Stratified Random Sampling dan analisa data yang digunakan ialah menggunakan uji Wilcoxon dan Independent Sample T-Test. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara media audiovisual dan kombinasi media audiovisual dan snowball throwing terhadap skor pengetahuan tentang SADARI pada remaja putri (p-value = 0,099). Selain itu, tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok audiovisual (p-value=0,413), dan terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok kombinasi (p-value=0,025). Diskusi: Sekolah menengah pertama di Samarinda diharapkan memberikan edukasi mengenai pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan yang efektif dan menarik guna meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan resproduksi khususnya SADARI.