Latar Belakang: Masih tingginya kasus pemasungan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menunjukkan bahwa empati masyarakat dalam memperlakukan ODGJ secara manusiawi masih perlu ditingkatkan. Berbagai faktor diduga memengaruhi empati tersebut, seperti sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi empati masyarakat dalam perilaku memanusiakan ODGJ pasung di wilayah kerja Puskesmas Ranuyoso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelatif melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 80 responden yang dipilih secara purposive sampling, yaitu masyarakat yang tinggal dekat dengan pasien ODGJ pasung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sosial budaya baik (77,5%), pengetahuan baik (82,5%), penghasilan di bawah UMR (90%), lingkungan baik (77,5%), dan empati tinggi (80%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap empati masyarakat (p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan terhadap empati masyarakat (p = 0,000; β = 0,610), yang menunjukkan bahwa lingkungan merupakan faktor dominan. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor sosial budaya, pengetahuan, ekonomi, dan lingkungan secara bivariat memiliki hubungan signifikan dengan empati masyarakat terhadap ODGJ pasung, namun analisis multivariat mengidentifikasi bahwa hanya faktor lingkungan yang berpengaruh secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa lingkungan yang mendukung memainkan peran dominan dalam membentuk empati masyarakat untuk memperlakukan ODGJ secara lebih manusiawi