Elvanda Helzalia Putri2
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Campak di Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 : Analisis Faktor Risiko Kejadian Campak di Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 nofita sari; Elvanda Helzalia Putri2; Krisnita Dwi Jayanti; Endah Retnani Wismaningsih; Ayu Pangestuti; Anggraini Dyah Setiyarini
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12008

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih tingginya angka kasus campak di Jawa Timur yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara cakupan imunisasi MR 1, MR 2, pemberian vitamin A, status gizi buruk, dan kepadatan penduduk dengan kejadian suspek campak di Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji korelasi terhadap data sekunder yang bersumber dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kejadian suspek campak (p > 0,05). Nilai koefisien korelasi ditemukan lemah, yakni MR 1 (-0,180), MR 2 (-0,072), pemberian vitamin A (0,059), status gizi buruk (-0,111), dan kepadatan penduduk (-0,126). Simpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor risiko tersebut tidak berkorelasi langsung dengan jumlah kasus suspek campak pada periode data tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor lingkungan fisik dan validitas pelaporan data lapangan. Kata Kunci: Campak, Imunisasi MR, Vitamin A, Gizi Buruk, Jawa Timur. ABSTRACT The background of this research is based on the persistently high number of measles cases in East Java, influenced by various health risk factors. This study aims to analyze the correlation between MR 1 and MR 2 immunization coverage, vitamin A supplementation, malnutrition status, and population density with the incidence of suspected measles in East Java Province. The method used is bivariate analysis with correlation tests on secondary data sourced from the East Java Provincial Health Profile. The analysis results showed that all independent variables did not have a statistically significant relationship with the incidence of suspected measles (p > 0.05). The correlation coefficients were found to be weak: MR 1 (-0.180), MR 2 (-0.072), vitamin A supplementation (0.059), malnutrition (-0.111), and population density (-0.126). The conclusion of this study is that these risk factors do not directly correlate with the number of suspected measles cases during the data period, suggesting the need for further research into physical environmental factors and the validity of field data reporting. Keywords: Measles, MR Immunization, Vitamin A, Malnutrition, East Java.