Rachmat S. Santoso
Department of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Christian University of Indonesia in Tomohon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Anti-Mycobacterium smegmatis Activity of Marine Sponges Collected from Malalayang Waters Agnes H. Panebaren; Wilmar Maarisit; Rachmat S. Santoso; Nancy C. Pelealu; Silvana L. Tumbel; Friska M. Montolalu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v9i1.560

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan global sehingga diperlukan pencarian sumber senyawa antimikobakteri baru, termasuk dari sponge laut yang diketahui kaya akan metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas anti-Mycobacterium smegmatis dari sponge laut asal Perairan Malalayang, menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC), serta mengidentifikasi sponge yang aktif. Sebanyak 17 ekstrak sponge diekstraksi menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi dan diuji terhadap M. smegmatis ATCC 19420 menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil skrining menunjukkan enam ekstrak sponge, yaitu M2232, M2252, M2236, M2235, M2243, dan M2247, memiliki aktivitas antimikobakteri tertinggi dengan diameter zona hambat kategori sedang hingga kuat pada konsentrasi 100–500 µg/disc. Nilai MIC dan MBC terhadap M. smegmatis berturut-turut adalah 0,14 dan 0,56 µg/disc (M2232), 0,40 dan 1,60 µg/disc (M2252), 1,97 dan 7,60 µg/disc (M2236), 0,55 dan 2,20 µg/disc (M2235), 0,25 dan 1,00 µg/disc (M2243), serta 0,28 dan 1,12 µg/disc (M2247). Identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sponge aktif tersebut termasuk Callyspongia aerizusa, Callyspongia sp., Leucetta sp., dan Rhabdastrella sp., sementara dua sampel lainnya belum teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sponge laut Perairan Malalayang berpotensi sebagai sumber senyawa antimikobakteri untuk pengembangan kandidat obat antituberkulosis baru.