Muhammad Fajar Nurfalah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIABETANI OPTIMALISASI KEBUN SEHAT UNTUK KENDALI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Imam Tri Sutrisno; Rafika Rosyda; Rifqi Asy'ari; Yusnita Lismaya; A. Ario Mandehe; Muhammad Fajar Nurfalah; Risma Indriani Putri; Annisa Afifah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1022

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup, terutama pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, masih banyak pasien Diabetes Mellitus yang memiliki keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap bahan pangan sehat yang mendukung pengendalian kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemandirian pasien dalam menerapkan pola hidup sehat melalui pemanfaatan kebun sayur rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan bercocok tanam sayuran rendah indeks glikemik, pendampingan mingguan selama ±5 minggu, serta evaluasi melalui observasi praktik berkebun dan pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP). Sebanyak 43 peserta mengikuti skrining awal kegiatan, dan 26 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian program hingga tahap evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 90% peserta yang menyelesaikan program berhasil menanam dan merawat minimal dua jenis tanaman hingga tumbuh atau mencapai tahap panen sesuai kriteria yang ditetapkan, serta aktif terlibat dalam kegiatan pendampingan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan respons positif terhadap materi edukasi dan mampu mempraktikkan teknik berkebun yang diberikan. Hasil pemeriksaan GDP menunjukkan adanya variasi perubahan kadar glukosa darah, dengan rerata meningkat dari 236 mg/dL menjadi 279 mg/dL; dari 26 peserta, 6 mengalami penurunan, 4 relatif stabil, dan 16 mengalami peningkatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kebun sayur rumah tangga berpotensi mendukung perubahan perilaku dalam pengelolaan Diabetes Mellitus, khususnya dalam aspek pemanfaatan pangan sehat dan aktivitas fisik ringan. Namun, diperlukan durasi intervensi yang lebih panjang dan evaluasi yang lebih terstruktur untuk menilai efektivitas program secara klinis.