Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Bahan Pangan dan Makanan Darurat Bencana kepada Masyarakat Kampung Manyak Payed Aceh Tamiang Ulfah Azzahra Harahap; Fahriza Junizar; Rifqi Asy'ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.334

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana hidrometeorologi yang tinggi, namun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ketahanan pangan darurat masih rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pangan darurat di Kampung Mayak Payed dan SMP Negeri 1 Mayak Payed melalui edukasi tas siaga pangan berbasis bahan lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis emergency food kit, penerapan teknologi edukasi digital, serta pendampingan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80%. Peserta mampu mengidentifikasi dan mengemas bahan pangan lokal secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi pendidikan kebencanaan melalui institusi sekolah efektif dalam mentransformasikan pengetahuan dari siswa ke lingkungan keluarga, sehingga memperkuat ketahanan pangan rumah tangga pascabencana.
DIABETANI OPTIMALISASI KEBUN SEHAT UNTUK KENDALI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Imam Tri Sutrisno; Rafika Rosyda; Rifqi Asy'ari; Yusnita Lismaya; A. Ario Mandehe; Muhammad Fajar Nurfalah; Risma Indriani Putri; Annisa Afifah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1022

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perubahan gaya hidup, terutama pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Namun, masih banyak pasien Diabetes Mellitus yang memiliki keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap bahan pangan sehat yang mendukung pengendalian kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemandirian pasien dalam menerapkan pola hidup sehat melalui pemanfaatan kebun sayur rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan bercocok tanam sayuran rendah indeks glikemik, pendampingan mingguan selama ±5 minggu, serta evaluasi melalui observasi praktik berkebun dan pemeriksaan glukosa darah puasa (GDP). Sebanyak 43 peserta mengikuti skrining awal kegiatan, dan 26 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian program hingga tahap evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 90% peserta yang menyelesaikan program berhasil menanam dan merawat minimal dua jenis tanaman hingga tumbuh atau mencapai tahap panen sesuai kriteria yang ditetapkan, serta aktif terlibat dalam kegiatan pendampingan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan respons positif terhadap materi edukasi dan mampu mempraktikkan teknik berkebun yang diberikan. Hasil pemeriksaan GDP menunjukkan adanya variasi perubahan kadar glukosa darah, dengan rerata meningkat dari 236 mg/dL menjadi 279 mg/dL; dari 26 peserta, 6 mengalami penurunan, 4 relatif stabil, dan 16 mengalami peningkatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kebun sayur rumah tangga berpotensi mendukung perubahan perilaku dalam pengelolaan Diabetes Mellitus, khususnya dalam aspek pemanfaatan pangan sehat dan aktivitas fisik ringan. Namun, diperlukan durasi intervensi yang lebih panjang dan evaluasi yang lebih terstruktur untuk menilai efektivitas program secara klinis.
Implementation of Sustainable Geotourism in Teuweul Honeybee Farming MSMEs in Margawindu Sumedang District Irena Novarlia; Rifqi Asy'ari; Dally Nur Arif; Gilang Pratama Putra
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1223

Abstract

Margawindu Village in Sumedang Regency possesses considerable geotourism potential along with a locally cultivated honeybee product known as Teuweul honey. However, this potential has not yet been optimally integrated into the development of sustainable educational tourism. This community service program aims to implement sustainable geotourism by empowering local MSMEs engaged in Teuweul honey beekeeping through a participatory and community-based tourism approach. The method involved field observations, focus group discussions, thematic training, mentoring, and participatory evaluation followed by strategic recommendations. The results indicated a significant increase in community capacity in terms of environmental conservation and tourism interpretation, the rebranding of Teuweul honey with strong local identity, and the development of an educational tour package titled “From Hive to Nature” that combines ecological, economic, and educational values. Despite existing challenges such as infrastructure limitations and the need for digital marketing skills, the program successfully laid the foundation for an inclusive and locally driven sustainable geotourism model. Continued cross-sector collaboration and stakeholder engagement are essential to ensure the program’s long-term sustainability.