Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam merancang pembelajaran bahasa Inggris yang berpusat pada kebutuhan siswa. Namun, praktik pembelajaran masih didominasi metode konvensional sehingga siswa kurang aktif, mudah cemas, dan kesulitan menguasai kosakata. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Sing and Have Fun with English dalam meningkatkan penguasaan kosakata sekaligus menurunkan kecemasan siswa melalui pelatihan berbasis lagu dan permainan digital bagi guru sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain participatory action. Subjek adalah 55 guru yang mengikuti lima tahapan pelatihan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 1–4 sebanyak 14 butir serta tes pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan perhitungan N-Gain. Hasil menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 2.60 meningkat menjadi 3.72 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukan terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Nilai N-Gain termasuk kategori tinggi, sehingga pelatihan terbukti efektif meningkatkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan media lagu serta berdampak pada meningkatnya motivasi, kosakata, dan kepercayaan diri siswa. Implikasinya, program ini dapat menjadi strategi alternatif dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.