Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan stimulasi kognitif yang mudah diterapkan, aman, dan menyenangkan bagi anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan kognitif. Anak dengan hambatan perkembangan membutuhkan pendekatan bermain yang adaptif karena keterbatasan fungsi belajar, atensi, daya ingat, pemecahan masalah, komunikasi, dan kemampuan adaptif dapat memengaruhi partisipasi belajar serta kemandirian sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan stimulasi kognitif anak berkebutuhan khusus melalui terapi bermain puzzle berbasis evidence-based nursing practice dan teori keperawatan anak. Kegiatan dilaksanakan di SLB Amal Mulia Kota Bengkulu pada bulan Maret-Mei 2026 dengan sasaran anak berkebutuhan khusus sebanyak 23 orang, guru dan orang tua. Metode kegiatan meliputi pengkajian kemampuan awal, edukasi singkat kepada guru/orang tua, demonstrasi terapi bermain puzzle, pendampingan individual, evaluasi dan rencana tindak lanjut latihan di rumah/sekolah. Intervensi dilakukan dengan puzzle bertema warna, bentuk, angka, huruf, benda, dan gambar sederhana yang tingkat kesulitannya disesuaikan dengan kemampuan anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif pada seluruh indikator, yaitu kemampuan memperhatikan instruksi meningkat dari 43,5% menjadi 87,0%, mengenal bentuk dari 52,2% menjadi 95,6%, menyusun puzzle dari 34,8% menjadi 82,6%, mempertahankan konsentrasi dari 30,4% menjadi 82,6%, dan kemandirian dari 26,1% menjadi 78,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terapi bermain puzzle efektif sebagai media stimulasi kognitif untuk meningkatkan perhatian, koordinasi mata-tangan, memori kerja, kemampuan mengenal konsep, pemecahan masalah sederhana, dan kemandirian anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara terjadwal oleh guru dan orang tua dengan menerapkan prinsip family-centered care dan atraumatic care.