p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Jenhar Mellu
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODUS OPERANDI DAN UPAYA PENANGGULANGAN KEJAHATAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Jenhar Mellu; Rudepel Leo; Orpa Manuain
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberitaan tentang perdagangan manusia pada beberapa waktu terakhir ini di Indonesia semakin marak dan menimbulkan keprihatinan tersendiri. Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman,pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam Negara maupun antar Negara, untuk tujuan mengeksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. Perdagangan Orang merupakan kejahatan yang serius terhadap kehidupan manusia dan kemanusiaan,mengingat kasus perdagangan orang semakin hari semakin luas dan semakin rumit modus operandinya, sehingga di butuhkan upaya yang komprehensif untuk menanggulangi masalah ini sebagaimana sudah di atur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui modus operandi dalam kejahatan perdagangan orang (human trafficking) dan (2) mengetahui upaya penanggulangan kejahatan perdagangan orang (human trafficking) yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan metode pendekatan kualitatif yang didasarkan pada data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara dengan 3 responden dan studi kepustakaan, kemudian data ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapat: (1) Modus operandi yang digunakan oleh pelaku dalam kasus ini adalah pelaku menghubungi korban dan menawarkan pekerjaan, menjanjikan akan diberikan gaji, menipu dan merekrut korbantanpa sepengetahuan orang tua dan tanpa dilengkapi dokumen resmi, proses pemindahan korban dari satu tempat ke tempat lainnya, pelaku lebih dari satu orang. (2) Upaya penanggulangan kejahatan perdagangan orang di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang dilakukan oleh pihak Polres adalah upaya preemtif, upaya preventif dan upaya represif.Kata kunci: Modus Operandi, Upaya Penanggulangan, Tindak Pidana Perdagnagan Orang.
PELAKSAAN TUGAS BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM (BAWASLU) DALAM MENGAWASI PELAKSAAN TAHAPAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI DESA BABULU KECAMATAN KOBALIMA KABUPATEN MALAKA Jenhar Mellu; Sentiana Mauk; Josef Monteiro; Jenny Ermalinda
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk pengawasanyang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam MengawasiPelaksanaan Tahapan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Desa Babulu KecamatanKobalima Kabupaten Malaka. Adapun aspek yang diteliti secara garis besar meliputiteknik pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaantahapan penyelenggaraan pemilihan umum serta apa saja yang menjadi faktorpenghambat Bawaslu Kabupaten Malaka dalam Mengawasi Pelaksanaan TahapanPenyelenggaraan Pemilihan Umum di Desa Babulu Kecamatan Kobalima KabupatenMalaka. Penelitian skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif, Narasumberpenelitian ini terdiri dari anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum(Bawaslu) danmasyarakat Desa Babulu Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka. Teknikpengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi,wawancaradan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan Tugas Badan PengawasPemilihan Umum (Bawaslu) Dalam Mengawasi Pelaksanaan TahapanPenyelenggaraan Pemilihan Umum di Desa Babulu Kecamatan Kobalima KabupatenMalaka yaitu dengan melakukan pengawasan langsung atau tidak langsung. Dimanapengawasan langsungnya yaitu dengan melakukan penjajaran pengawasan mulai daripengawas kecamatan, pengawasan kelurahan bahkan pengawsan TPS pada saatpemilihan untuk turun langsung dalam melakukan pengawasan. Pengawasan tidaklangsung dilakukan dengan sosialisasi dan pembentukan kampung sosial yang salahsatu tujuannya untuk mempermudahkan masyarakat dalam melaporkan apabila dapatadanya dugaan politik uang. Faktor penghambat dalam Pelaksanaan Tugas BadanPengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Dalam Mengawasi Pelaksanaan TahapanPenyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024 di Desa Babulu KecamatanKobalima Kabupaten Malaka yaitu dimana masih kurangnya kesadaran masyarakatdalam melakukan pengwasan terhadap politik uang sehinnga masyarakat cenderungacuh tak acuh serta menganggap politik uang sudah menjadi budaya dalam pemilihanUmum.Kata kunci : Pelaksanaan Tugas Badan Pengawas Pemilihan Umum(Bawaslu).