Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Pembinaan Perilaku Bullying Santri Pondok Pesantren Puncak Darussalam Pamekasan Berbasis Pencatatan Digital Adit Asrori; Abdul Wahid
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2026): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/g2pxb345

Abstract

Bullying is a form of violence that has serious impacts on the psychological, social, and academic development of students, including in pesantren environments that are characterized by intensive interaction patterns and hierarchical social structures. This study aims to analyze the forms of bullying behavior among santri and to examine the implementation of a digital record–based bullying behavior guidance system at Pondok Pesantren Puncak Darussalam Pamekasan through the CBU (Character Building and Ubudiyah) system. The study employs an embedded mixed-methods approach with qualitative dominance and a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and analysis of digital records of santri behavior. The findings indicate that bullying behavior in the pesantren manifests in verbal and physical forms. The implementation of the CBU digital recording system plays an important role in systematically mapping the forms and frequency of bullying behavior, while also serving as a foundation for more focused character development programs. Character development is carried out through humanistic and educational approaches, including dormitory visits, character education studies, and the internalization of Islamic values such as rahmatan lil-‘alamin, honesty, guarding one’s speech, and refraining from harming others. This study concludes that digital record–based guidance systems should be integrated with value-based education and exemplary practices to strengthen social control and character formation of santri within the pesantren environment. Keywords: santri bullying, pesantren, digital recording, character building, CBU.
Digital Transformation of Islamic Studies in Indonesian Pesantrens: From the Mosque to the Screen M. Deni Hidayatullah; Abdul Wahid
Al-Marsus : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-marsus.v4i1.10952

Abstract

Abstract Advances in digital technology have transformed the spaces and systems of Islamic studies in Indonesian pesantren. Previously centered in the langgar, a traditional physical learning space, Islamic studies have increasingly extended to digital platforms and online learning environments. This study aims to analyze the digital transformation of Islamic studies in Indonesian pesantren by examining changes in learning spaces, teaching patterns, the scholarly authority of the kiai, and santri perceptions of contemporary digital-based Islamic learning. The study employs a descriptive qualitative approach through a literature review integrated with cyber observation (netnography) conducted at three Islamic boarding schools in Indonesia. The findings indicate that digitization has created a hybrid scholarly space that integrates traditional pedagogical practices with modern technologies. However, this transformation also poses challenges, including disparities in technical infrastructure and the need to negotiate the kiai’s scholarly authority and the adab of santri in virtual learning spaces. Therefore, digital transformation in pesantren requires a balance between the use of digital technologies and the strengthening of autonomous internal scholarly structures.   Abstract Kemajuan teknologi digital telah mengubah ruang dan sistem studi keagamaan Islam di pesantren-pesantren Indonesia. Yang sebelumnya berpusat di langar (ruang belajar fisik tradisional) studi keagamaan Islam kini semakin meluas ke platform digital dan lingkungan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital studi keagamaan Islam di pesantren-pesantren Indonesia dengan menelaah perubahan pada ruang belajar, pola pengajaran, otoritas keilmuan kiai, serta persepsi santri terhadap pembelajaran Islam berbasis digital kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan pustaka yang diintegrasikan dengan observasi siber (netnografi) yang dilakukan di tiga pesantren di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi telah menciptakan ruang keilmuan hibrida yang mengintegrasikan praktik pedagogis tradisional dengan teknologi modern. Namun, transformasi ini juga menimbulkan tantangan, termasuk ketimpangan dalam infrastruktur teknis serta kebutuhan untuk menegosiasikan otoritas keilmuan kiai dan adab santri di ruang pembelajaran virtual. Oleh karena itu, transformasi digital di pesantren memerlukan keseimbangan antara penggunaan teknologi digital dan penguatan struktur keilmuan internal yang otonom.
Konsep Ilmu Sebagai Tacit Knowledge Menurut Michael Polanyi dan Implikasinya Terhadap Metode Bandongan di Pesantren Moh Riski Kohar; Abdul Wahid
At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2026): At-Tadbir
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v6i2.1730

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep tacit knowledge menurut Michael Polanyi serta implikasinya terhadap metode bandongan di pesantren. Kajian ini dilatarbelakangi oleh dominasi paradigma ilmu eksplisit dalam pendidikan modern yang cenderung mengabaikan dimensi pengalaman dan relasi personal dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tacit knowledge, yang menekankan bahwa pengetahuan tidak sepenuhnya dapat diungkapkan secara verbal, memiliki kesesuaian dengan metode bandongan. Dalam praktiknya, bandongan tidak hanya mentransmisikan ilmu secara tekstual, tetapi juga melalui aspek implisit seperti intonasi, penekanan makna, dan relasi antara kyai dan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode bandongan memiliki legitimasi epistemologis sebagai bentuk pembelajaran berbasis tacit knowledge dan relevan untuk dikembangkan dalam sistem pendidikan yang lebih holistik.
DOMINASI NYAI DALAM RELASI GURU-MURID MADURA PERSPEKTIF MICHEL FOUCAULT (STUDI FENOMENOLOGIS PADA KEPATUHAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH) Aunul Abid; Abdul Wahid; Sri Harmonika
At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2026): At-Tadbir
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v6i2.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi Nyai dalam relasi guru-murid di lingkungan pesantren Madura dengan menggunakan perspektif teori relasi kuasa Michel Foucault. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk kepatuhan santri terhadap Nyai di Pondok Pesantren Annuqayah serta bagaimana dominasi tersebut terbentuk dan dijalankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan desain fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Nyai, santri aktif, pengurus, dan alumni pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan santri kepada Nyai berlandaskan pada keyakinan terhadap ilmu, karisma, otoritas moral, serta konsep barokah yang tertanam kuat dalam tradisi pesantren. Dominasi Nyai berlangsung tidak melalui paksaan atau kekerasan, melainkan melalui relasi pengetahuan, kekuasaan simbolik, dan wacana religius yang membentuk kesadaran santri untuk patuh secara sukarela. Dalam perspektif Foucault, relasi ini menunjukkan bahwa kekuasaan bekerja secara halus melalui internalisasi nilai dan praktik keseharian. Dominasi Nyai dalam pesantren bukan sekadar bentuk kontrol sosial, melainkan juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan etika santri.