Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RECONSTRUCTION OF ZAKAT GOVERNANCE BASED ON MAQASID AL-SYARI‘AH IN THE DIGITAL AGE Ahmad Muhtar Syarofi; M. Amin Ilyas; Prayudi Kumala; Istiadah; Ach. Faqih Supandi
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.516

Abstract

Digital transformation has fundamentally altered the landscape of zakat management as one of the main pillars of Islamic economic instruments, playing a strategic role in poverty alleviation and the equitable distribution of welfare amongst the Muslim community. Advances in information technology have opened up opportunities for zakat collection agencies to enhance the effectiveness of zakat fund collection, distribution and reporting through digital platforms, mobile applications, electronic payments and even blockchain technology. However, the digitalisation of zakat also presents serious challenges, including data security vulnerabilities, the risk of technological misuse, low levels of digital literacy amongst the public, and the urgent need to ensure that all digital mechanisms remain aligned with the principles of Islamic Sharia.This study aims to analyse the reconstruction of zakat governance based on maqāṣid al-syarī’ah in the digital age as a normative-operational framework for realising effective, transparent, and community-benefit-oriented zakat management. The research employs a library-based study method with a descriptive-analytical approach, utilising a review of scientific literature, zakat regulations, contemporary fiqh fatwas, and relevant studies in Islamic economics.The research findings indicate that the digitalisation of zakat must be directed towards achieving the al-kulliyyāt al-khams, namely the protection of religion (ḥifẓ al-dīn), life (ḥifẓ al-nafs), reason (ḥifẓ al-'aql), lineage (ḥifẓ al-nasl), and wealth (ḥifẓ al-māl). Every technological innovation must undergo a Sharia compliance assessment to ensure its permissibility, fairness and benefit. Digital implementation must strengthen institutional transparency, managerial accountability, distribution efficiency, and the sustainable economic empowerment of the mustahik. Therefore, the restructuring of zakat governance necessitates a harmonious integration between technological advancement and adherence to Sharia, so that the maqāṣid al-syarī’ah serve as an operational compass in every policy regarding the integrity of digital zakat management.
Analisis Strategi penghimpunan dana pihak ketiga untuk meningkatkan jumlah nasabah BMT NU Cabang Mayang Hamdiah nurul hidayati Handi; Istiadah; Farida Umi Choiriyah
SRODJA (Sroedji Journal Administration) Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Moch. Sroedji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70079/srodja.v3i2.207

Abstract

Strategi penghimpunan dana pihak ketiga merupakan aspek penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan lembaga keuangan mikro syariah, termasuk baitul maal wat tamwil (BMT). Dana pihak ketiga adalah sumber utama yang memungkinkan lembaga keuangan mikro BMT menjalankan fungsinya dan memberikan pembiayaan kepada anggota serta masyarakat luas. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan strategi yang tepat untuk menarik minat dan kepercayaan masyarakat. Data penelitian ini fokus pada tiga hal: 1) Bagaimana strategi penghimpunan dana pihak ketiga yang digunakan oleh BMT NU Cabang Mayang. 2) Bagaimana kecurangan internal di BMT Cabang Dungkek memengaruhi strategi penghimpunan dana pihak ketiga pada BMT NU Cabang Mayang. 3) Hambatan apa yang dihadapi BMT NU Cabang Mayang dalam menerapkan strategi penghimpunan dana pihak ketiga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, sementara teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur. Metode penentuan sumber menggunakan teknik sampling yang pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Peneliti memilih non-probability sampling dalam bentuk purposive sampling yang merupakan teknik pengumpulan data berdasarkan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi penghimpunan dana pihak ketiga yang digunakan oleh BMT NU Cabang Mayang untuk meningkatkan jumlah nasabah adalah strategi pemasaran dan strategi promosi. Strategi pemasaran yang digunakan oleh BMT NU Cabang Mayang adalah strategi penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar, dan diversifikasi. Strategi promosi yang digunakan oleh BMT NU Cabang Mayang adalah iklan, promosi penjualan, publisitas, dan penjualan personal. Kata kunci: Strategi, Penghimpunan Dana, Dana Pihak Ketiga