Moch. Soleh
Politeknik Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Likuefaksi Menggunakan Metode Seed et al. di Jembatan Jurug, Bengawan Solo, Surakarta Moch. Soleh; Novita Anggraini; Fuji Asema; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy; Muhammad Tri Aditya; Muhammad Farhan Putra Samakata; Nur Anwaril Jamil
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3583

Abstract

Penilaian risiko geoteknik ini menginvestigasi kerentanan likuefaksi pada lokasi kritis Jembatan Jurug di Surakarta, sebuah wilayah yang diklasifikasikan sebagai Kelas Situs SE (Tanah Lunak) dengan potensi seismik tinggi yang dipengaruhi oleh Sesar Kendeng. Lapisan bawah permukaan dicirikan oleh endapan aluvial muda berupa pasir halus dan lanau berpasir dengan kepadatan rendah hingga sedang, serta muka air tanah yang dangkal (2 hingga 6 m). Analisis menggunakan metode semi-empiris Seed et al. (1985) dengan nilai N-SPT terkoreksi (N160) untuk menghitung Faktor Keamanan (FS) dan Indeks Potensi Likuefaksi (LPI) hingga kedalaman 20 m guna mengukur tingkat keparahan manifestasi permukaan. Hasil menunjukkan variasi spasial kerentanan yang signifikan: Titik Bor 02 (BH-02) merupakan zona paling kritis dengan potensi likuefaksi tertinggi, ditunjukkan oleh nilai FS terendah dan LPI tertinggi, yang terkonsentrasi pada lapisan dangkal hingga menengah (0 hingga 18 m) di mana FS<1 terjadi secara konsisten. Sebaliknya, BH-01, BH-04, dan BH-05 menunjukkan potensi likuefaksi sedang yang terpusat pada lapisan permukaan (0 hingga 10 m), sementara BH-03 merupakan area paling stabil dengan FS tinggi dan LPI rendah yang konsisten. Hal ini mengharuskan adanya mitigasi geoteknik mendesak pada zona dangkal berisiko tinggi, seperti teknik pemadatan (compaction grouting/vibro compaction) atau metode berbasis drainase (PVD), guna memastikan integritas struktural jembatan terhadap pembebanan seismic.