Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMASANGAN SISTEM KEAMANAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) MUSHOLA TPQ NURUL HUDA, KELURAHAN LESANPURO, KECAMATAN KEDUNGKANDANG, KOTA MALANG Helik Susilo; Muhammad Tri Aditya; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy; Achendri M.Kurniawan; Ikrar Hanggara; Deni Putra Arystianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i3.6284

Abstract

Mushola TPQ Nurul Huda terletak di Jalan Danau Singkarak III RT 004 RW 007 Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Mushola TPQ Nurul Huda digunakan warga setempat untuk ibadah sholat lima waktu setiap hari, dan juga ibadah sholat sunah lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan keamanan, perencanaan sistem CCTV yang sesuai, instalasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta sosialisasi untuk penggunaan dan pemeliharaan sistem oleh pihak terkait. Pemasangan sistem keamanan CCTV di Mushala TPQ Nurul Huda merupakan langkah yang efektif dalam meningkatkan keamanan dan mencegah tindakan kriminalitas. Pengabdian ini memberikan manfaat langsung bagi jamaah dan masyarakat sekitar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman
Analisis Potensi Likuefaksi Menggunakan Metode Seed et al. di Jembatan Jurug, Bengawan Solo, Surakarta Moch. Soleh; Novita Anggraini; Fuji Asema; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy; Muhammad Tri Aditya; Muhammad Farhan Putra Samakata; Nur Anwaril Jamil
Jurnal Geosains West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v4i02.3583

Abstract

Penilaian risiko geoteknik ini menginvestigasi kerentanan likuefaksi pada lokasi kritis Jembatan Jurug di Surakarta, sebuah wilayah yang diklasifikasikan sebagai Kelas Situs SE (Tanah Lunak) dengan potensi seismik tinggi yang dipengaruhi oleh Sesar Kendeng. Lapisan bawah permukaan dicirikan oleh endapan aluvial muda berupa pasir halus dan lanau berpasir dengan kepadatan rendah hingga sedang, serta muka air tanah yang dangkal (2 hingga 6 m). Analisis menggunakan metode semi-empiris Seed et al. (1985) dengan nilai N-SPT terkoreksi (N160) untuk menghitung Faktor Keamanan (FS) dan Indeks Potensi Likuefaksi (LPI) hingga kedalaman 20 m guna mengukur tingkat keparahan manifestasi permukaan. Hasil menunjukkan variasi spasial kerentanan yang signifikan: Titik Bor 02 (BH-02) merupakan zona paling kritis dengan potensi likuefaksi tertinggi, ditunjukkan oleh nilai FS terendah dan LPI tertinggi, yang terkonsentrasi pada lapisan dangkal hingga menengah (0 hingga 18 m) di mana FS<1 terjadi secara konsisten. Sebaliknya, BH-01, BH-04, dan BH-05 menunjukkan potensi likuefaksi sedang yang terpusat pada lapisan permukaan (0 hingga 10 m), sementara BH-03 merupakan area paling stabil dengan FS tinggi dan LPI rendah yang konsisten. Hal ini mengharuskan adanya mitigasi geoteknik mendesak pada zona dangkal berisiko tinggi, seperti teknik pemadatan (compaction grouting/vibro compaction) atau metode berbasis drainase (PVD), guna memastikan integritas struktural jembatan terhadap pembebanan seismic.
ANALISIS FONDASI BORED PILE PADA PILAR 3 JEMBATAN PAITON 2 STA. 28+600 PROYEK TOL PROBOWANGI Moch. Aril Asyhari Putra; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.7694

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan Proyek Tol Trans Jawa yang dibangun dari Pulo Merak hingga Banyuwangi dengan panjang 1.167 km. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis daya dukung dan penurunan fondasi bored pile secara manual dengan dua variasi dimensi, yaitu eksisting (1,2 m) dan perencanaan baru (0,8; 1,0; 1,3 meter) pada dua variasi kedalaman, yaitu eksisting (15 m) dan perencanaan baru (12; 20 m) berdasarkan data Standart Penetration Test (SPT) BH-28600. Analisis dilakukan menggunakan Metode Meyerhoff (1976) untuk daya dukung tiang tunggal, serta Metode Vesic (1969) untuk penurunannya. Berdasarkan hasil pembebanan menggunakan program SAP2000 V24 dan Manual menurut SNI 1725:2016 didapatkan beban aksial terbesar yaitu Qv = 24257,458 kN (SAP2000) dan Qv = 24274,75 kN (Manual). Dari perhitungan yang sudah dilakukan, maka didapatkan alternatif fondasi dengan memanfaatkan metode rasional dan didapatkan konfigurasi fondasi dengan diameter 1,0 m dan kedalaman 15 m. Hasil konfigurasi fondasi tersebut dari perhitungan manual mendapatkan nilai Qu(g) = 113971,89 kN, Se(g) Vesic = 0,0397 m, dan Se(g) Mayerhoff = 0,0846 m. Dari hasil implementasi menggunakan bantuan software BIM dalam menyusun penjadwalan pekerjaan fondasi bored pile didapatkan 26 hari kerja dan dilakukan simulasi clash detection yang tidak ditemukan clash antar pekerjaan yang berarti pekerjaan yang direncanakan sudah sesuai dengan peraturan yang ada.
BEARING CAPACITY AND SETTLEMENT ANALYSIS OF BOREPILE USING MAYERHOF AND VESIC METHODS FOR LRT JAKARTA PROJECT PHASE 1B Pius Favian Krispriyanto; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8318

Abstract

This study presents a comprehensive analysis of the bearing capacity and settlement behavior of bored pile foundations for the Jakarta LRT Phase 1B project, specifically at Pier P64B. Given the challenging soil conditions characterized by soft to stiff clay, silty clay, and sandy silt layers with variable Standard Penetration Test (SPT) values, a deep foundation system using bored piles was adopted to ensure structural stability and minimize excessive settlements. The investigation employs both Mayerhof’s and Vesic’s empirical methods to evaluate pile bearing capacity, integrating site-specific soil parameters and load combinations modeled in SAP2000 in accordance with Indonesian National Standards (SNI) and American Concrete Institute (ACI) regulations. The analysis includes assessments of single pile and group pile capacities, elastic and consolidation settlements, and pile cap design. Results reveal that while Vesic’s method predicts slightly higher pile capacity than Mayerhof’s, both methods confirm the adequacy of bored piles with a 0.6 m diameter and 23 m depth for safely supporting the applied loads, with settlements maintained below the allowable limit of 0.16 m. Group pile efficiency and load distribution were also optimized, suggesting 20 piles as the most cost-effective and structurally sound configuration. Construction methodology and reinforcement detailing were developed accordingly. The total estimated foundation cost is approximately IDR 580 million, reflecting improved efficiency over prior designs. This study contributes practical insights for foundation design under similar geotechnical contexts and serves as a reference for ensuring foundation safety and cost-effectiveness in heavy infrastructure projects.
PERENCANAAN FONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TOWER 3 ITS SURABAYA Larisa Laksita Dewi; Dyah Ayu Rahmawati Cupasindy
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8364

Abstract

Pembangunan fondasi tiang pancang pada Proyek Gedung Tower 3 ITS Surabaya menghadapi tantangan akibat kondisi lahan bekas rawa dengan tanah lunak dan berkadar air tinggi, yang memengaruhi daya dukung tanah dan meningkatkan risiko penurunan fondasi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini merancang fondasi tiang bor sebagai solusi alternatif dengan analisis terhadap beban struktur atas, daya dukung, daya dukung kelompok tiang dan penurunan yang terjadi. Penelitian ini juga bertujuan mengkaji metode pelaksanaan fondasi tiang bor dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan fondasi. Perencanaan fondasi menggunakan data Standart Penetration Test (SPT) dengan metode Mayerhof untuk daya dukung tanah serta Vesic dan Meyerhof untuk penurunan. Beban struktur atas dianalisis menggunakan software Tekla Structural Designer mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Hasil analisis menghasilkan desain fondasi tiang bor yang paling ekonomis dengan diameter 0,5 m, panjang 30 m, dan penurunan total sebesar 0,328 m. Desain ini dipilih berdasarkan efisiensi teknis dan biaya, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan estimasi total biaya sebesar Rp 8.836.301.232,771. Fondasi tiang bor terbukti efektif sebagai solusi alternatif untuk pembangunan di lahan bekas rawa. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan penggunaan fondasi tiang bor sebagai sistem fondasi yang dapat memberikan kekuatan, efisiensi teknis, dan efektivitas biaya pada proyek serupa.