Penilaian risiko geoteknik ini menginvestigasi kerentanan likuefaksi pada lokasi kritis Jembatan Jurug di Surakarta, sebuah wilayah yang diklasifikasikan sebagai Kelas Situs SE (Tanah Lunak) dengan potensi seismik tinggi yang dipengaruhi oleh Sesar Kendeng. Lapisan bawah permukaan dicirikan oleh endapan aluvial muda berupa pasir halus dan lanau berpasir dengan kepadatan rendah hingga sedang, serta muka air tanah yang dangkal (2 hingga 6 m). Analisis menggunakan metode semi-empiris Seed et al. (1985) dengan nilai N-SPT terkoreksi (N160) untuk menghitung Faktor Keamanan (FS) dan Indeks Potensi Likuefaksi (LPI) hingga kedalaman 20 m guna mengukur tingkat keparahan manifestasi permukaan. Hasil menunjukkan variasi spasial kerentanan yang signifikan: Titik Bor 02 (BH-02) merupakan zona paling kritis dengan potensi likuefaksi tertinggi, ditunjukkan oleh nilai FS terendah dan LPI tertinggi, yang terkonsentrasi pada lapisan dangkal hingga menengah (0 hingga 18 m) di mana FS<1 terjadi secara konsisten. Sebaliknya, BH-01, BH-04, dan BH-05 menunjukkan potensi likuefaksi sedang yang terpusat pada lapisan permukaan (0 hingga 10 m), sementara BH-03 merupakan area paling stabil dengan FS tinggi dan LPI rendah yang konsisten. Hal ini mengharuskan adanya mitigasi geoteknik mendesak pada zona dangkal berisiko tinggi, seperti teknik pemadatan (compaction grouting/vibro compaction) atau metode berbasis drainase (PVD), guna memastikan integritas struktural jembatan terhadap pembebanan seismic.
Copyrights © 2026