Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dekonstruksi Oposisi Biner Dalam Kumpulan Cerpen Hantu Ulang Alik Karya Ratri Ninditya Iis Dahlia; Sri Wahyuni; Milani Putri; Halilatur Rohemah; Putri Masitoh Amin; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10656

Abstract

Oposisi biner dalam karya sastra sering membentuk hierarki makna yang menempatkan satu unsur sebagai pusat dan unsur lainnya sebagai pihak yang dimarginalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk oposisi biner serta mengungkap proses pembongkaran dan pembalikan hierarki makna dalam cerpen Anarkocheng dan Film Sadis yang terdapat dalam kumpulan cerpen Hantu Ulang Alik karya Ratri Ninditya berdasarkan perspektif dekonstruksi Jacques Derrida. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks. Sumber data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang mengandung representasi oposisi biner, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data meliputi identifikasi oposisi biner, pembongkaran hierarki makna, serta interpretasi makna baru yang muncul melalui pembacaan dekonstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerpen menghadirkan berbagai oposisi biner, seperti normal–tidak normal, religius–menyimpang, laki-laki–perempuan, mayoritas–minoritas, tertib–anarkis, waras–gila, fakta–konspirasi, sehat–sakit, rasional–irasional, serta dominan–marginal. Oposisi-oposisi tersebut tidak bersifat tetap karena mengalami pembalikan posisi sehingga unsur yang semula dimarginalkan justru menjadi pusat pembentukan makna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dekonstruksi memperlihatkan ketidakstabilan makna dan menggugat konstruksi sosial yang dianggap mapan, sekaligus membuka ruang bagi munculnya interpretasi yang lebih plural terhadap identitas, pengetahuan, dan relasi kuasa dalam sastra kontemporer Indonesia.
Pengaruh Media Flipbook Berbasis Digital Terhadap Peningkatan Minat Membaca Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Sekolah Dasar Jazirotur Riskiyah; Milani Putri; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media flipbook berbasis digital terhadap peningkatan minat membaca siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Minat membaca merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses belajar, karena melalui kegiatan membaca siswa dapat memperoleh informasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta memperluas wawasan. Namun, pada kenyataannya minat membaca siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara sistematis dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis berbagai sumber data yang relevan, kemudian dianalisis secara induktif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flipbook digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat membaca siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya perhatian, keterlibatan, serta antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan membaca. Siswa menjadi lebih aktif dan tidak mudah merasa bosan karena media yang digunakan bersifat interaktif dan menarik secara visual. Selain meningkatkan minat membaca, media flipbook digital juga berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Penyajian materi yang menggabungkan teks, gambar, dan animasi mampu membantu siswa memahami isi bacaan dengan lebih baik. Dibandingkan dengan media pembelajaran konvensional, flipbook digital lebih efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Meskipun demikian, implementasi media ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sarana teknologi dan kompetensi guru dalam mengoperasikan media digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa penyediaan fasilitas serta pelatihan bagi guru agar pemanfaatan media digital dapat berjalan optimal.