Oposisi biner dalam karya sastra sering membentuk hierarki makna yang menempatkan satu unsur sebagai pusat dan unsur lainnya sebagai pihak yang dimarginalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk oposisi biner serta mengungkap proses pembongkaran dan pembalikan hierarki makna dalam cerpen Anarkocheng dan Film Sadis yang terdapat dalam kumpulan cerpen Hantu Ulang Alik karya Ratri Ninditya berdasarkan perspektif dekonstruksi Jacques Derrida. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks. Sumber data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang mengandung representasi oposisi biner, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Analisis data meliputi identifikasi oposisi biner, pembongkaran hierarki makna, serta interpretasi makna baru yang muncul melalui pembacaan dekonstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerpen menghadirkan berbagai oposisi biner, seperti normal–tidak normal, religius–menyimpang, laki-laki–perempuan, mayoritas–minoritas, tertib–anarkis, waras–gila, fakta–konspirasi, sehat–sakit, rasional–irasional, serta dominan–marginal. Oposisi-oposisi tersebut tidak bersifat tetap karena mengalami pembalikan posisi sehingga unsur yang semula dimarginalkan justru menjadi pusat pembentukan makna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dekonstruksi memperlihatkan ketidakstabilan makna dan menggugat konstruksi sosial yang dianggap mapan, sekaligus membuka ruang bagi munculnya interpretasi yang lebih plural terhadap identitas, pengetahuan, dan relasi kuasa dalam sastra kontemporer Indonesia.
Copyrights © 2026