Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING PADA PERKULIAHAN USHUL FIQIH PROGRAM STUDI TADRIS IPS STAIN PAMEKASAN Akh Syaiful Rijal
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v13i1.1878

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang pengembangan pembelajaran dengan mengangkat strategi active knowledge sharing sebagai upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa. Permasalahan yang diangkat adalah: (1) Bagaimana penerapan dan pengembangan pembelajaran melalui strategi active knowledge sharing dalam perkuliahan Ushul Fiqih pada Program Studi Tadris IPS STAIN Pamekasan. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh temuan bahwa: (1) Penerapan strategi active knowledge sharing dalam perkuliahan Ushul Fiqih dilaksanakan dengan: Pertama, sebelum mempraktikkan metode tersebut dosen menyiapkan sarana pembelajaran kemudian membuka pelajaran, memberikan informasi tentang rencana pembelajaran dan tugas yang harus dilaksanakan mahasiswa, dan memotivasi mahasiswa. Kedua, pada saat pelaksanaan dosen menyiapkan sebuah daftar pertanyaan berupa definisi atau istilah yang ada dalam pelajaran, lalu meminta mahasiswa menjawab pertanyaan dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya dosen mengajak mahasiswa berkeliling ruangan dengan mencari mahasiswa lain yang dapat menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab mahasiswa. Setelah jawaban didapat, maka dosen meminta mahasiswa untuk kembali ke tempat duduk masing-masing dan mengulas jawaban dan bersama-sama mengisi jawaban yang tidak bisa dijawab oleh mahasiswa. Ketiga, metode ini bisa dilakukan secara variatif: (a) Memberi masing-masing mahasiswa sebuah kartu indeks dan meminta untuk menulis sebuah informasi baru yang dikumpulkan dari mahasiswa yang lain, dan saat kelompok sudah penuh maka dosen mengulas informasi yang dikumpulkan. (b) Menyampaikan pertanyaan opini dari pertanyaan faktual, atau mencampur pertanyaan faktual dengan pertanyaan opini. Pengembangan pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing dalam perkuliahan Ushul Fiqih dapat dilakukan dengan varian metode yang cocok dengan mata kuliah yang bersifat aplikatif, artinya pengetahuan yang tidak cukup hanya diketahui saja tetapi harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kreativitas belajar mahasiswa telah meningkatkan hasil belajar mereka sehingga benar-benar sesuai harapan dan memuaskan. Kata kunci: pengembangan pembejalaran, active knowledge sharing, ushul fiqih.
Etika Tasawuf Guru: Studi Pemikiran Imam al-Ghazali dan Syekh Muhammad Amin al-Kurdi Akh Syaiful Rijal; Lutfi Hakim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v16i1.4351

Abstract

This study aims: (1) to identify how the ethics of teacher Sufism according to Imam al-Ghazali and Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi; and (2) To find out how the teacher's Sufism ethical thinking compared between the two. This research method includes the type of library research. The main data sources are the book Ihya 'Ulumiddin, Ayyuhal Walad by Imam al-Ghazali, and the book Tanwirul Qulub by Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi. The analysis uses content analysis and comparison methods. As a result, the ethics of teachers from the Sufism perspective according to Imam al-Ghazali and Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi are in the form of ethical-religious so that the ethics of teachers are more directed at the Sufism behavior of a mursyid to his students. Second, the similarity of the teacher’ ethic based on Sufism perspective according to Imam al-Ghazali and Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi is that the teacher must be care to their students and know their students’ intellectual competence. The difference, Imam al-Ghazali recommends that the teachers guide their students to be real human through an exemplary approach. Meanwhile, Sheikh Muhammad Amin al-Kurdi also emphasized compassion in interacting with students, but in internalizing values it ​​uses a verbal approach, namely giving advice.
Inovasi Inovasi Pendidikan Moderasi Keagamaan Di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Bina Prima Panggayuh; Akh Muzakki; Hanun Asrohah; Akh. Syaiful Rijal
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v17i2.7043

Abstract

This study aims to find out the process and implications of the educational process of religious moderation, so that it can be used as an evaluation and as a basis for better education. The research method used in this research is qualitative and with a descriptive analytic approach. The results of this study show that innovation in religious moderation education is found in the principal's policies, curriculum, habituation programs, and activities outside of learning such as extracurricular activities, commemoration of Islamic holidays, and other religious activities by mainstreaming the principles of religious moderation, namely tawassuth, ta'adul, and tawazun.