Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Relationship between Self-Confidence and Student Learning Achievement in Schools A systematic Literature Review Nur Sakinah Hsb; Riski Hariani Hsb; Riski Fadilah Daulay; Rominta Pasaribu; Nurhayati Siregar
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11729

Abstract

Learning achievement is one of the main indicators of educational success and is influenced by various internal and external factors. One important internal factor is self-confidence, which affects students' courage, motivation, participation, and ability to complete academic tasks effectively. This study aims to analyze the influence of self-confidence on students' learning achievement based on findings from previous studies. The research employed a library research method using a descriptive qualitative approach. Data were collected from relevant scientific sources, including national and international journal articles, books, conference proceedings, and other scholarly publications issued between 2019 and 2025. The collected data were analyzed using content analysis, involving data reduction, data presentation, synthesis, and conclusion drawing. The findings indicate that self-confidence has a positive influence on students' learning achievement. Students with higher levels of self-confidence tend to participate more actively in classroom activities, express their opinions confidently, demonstrate stronger learning motivation, and complete academic tasks independently, resulting in better academic performance. Therefore, fostering students' self-confidence should become an important concern for teachers and schools as an effective strategy to improve learning quality and academic achievement.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DRAGON BALL: PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nursakinah Nasution; Nurhayati Siregar; Irma Sari Daulay
Sasangga: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 1 (2025): January-June
Publisher : Titik Fokus Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70345/sasangga.v3i1.40

Abstract

Learning motivation is a crucial factor in the success of science learning at the elementary school level, which requires active engagement, curiosity, and persistence from students. However, science learning in elementary schools often faces the problem of low student motivation due to conventional, teacher-centered instructional approaches with limited interaction. This study aimed to improve the learning motivation of fourth-grade students at SD Negeri 0607 Pagaran Batu through the implementation of the Dragon Ball learning model. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were all fourth-grade students. Data on students’ learning motivation were collected through observation and questionnaires based on motivation indicators. The findings indicate a substantial improvement in students’ learning motivation across cycles. In the pre-cycle stage, students’ motivation was predominantly categorized as low, with an average score of 48%. Following the implementation of the Dragon Ball model, motivation increased to 72% in Cycle I and further improved to 82% in Cycle II, exceeding the minimum success criterion of 75%. The results suggest that the Dragon Ball learning model effectively promotes active engagement, cooperative interaction, and intrinsic motivation in elementary science learning. This study contributes to cooperative learning literature by demonstrating the pedagogical value of game-based collaborative strategies in fostering student motivation at the primary education level.
Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Motivasi Belajar Anak Sekolah Dasar Fatir Khomaruddin; Nur Halimah Nst; Fitri Murni Harahap; Isma Khoiria; Siti Sahara Daulay; Erna Siregar; Hizbi Naziya Hasibuan; Sabar Pohan; Nurhayati Siregar
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digitalisasi ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berlangsung dengan sangat cepat. Salah satu bentuk dari perkembangan ini adalah munculnya berbagai jenis gadget seperti smartphone, tablet, dan perangkat digital lainnya. Gadget merupakan alat elektronik berukuran kecil yang dirancang dengan berbagai fitur khusus, di mana di dalamnya tersedia beragam aplikasi untuk mengakses informasi, media sosial, menyalurkan hobi,mengekspresikan kreativitas, dan banyak fungsi lainnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Hasil dari penelitian ini adalah menyatakan bahwa. Di SDN Aliaga 0710 V telah menerapkan penggunaan gadget sebagai salah satu media pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang interaktif dan inovasi. Lemabaga ini berkomitmen mendukung pembelajaran abad 21. Saat ini seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah telah memanfaatkan gadget seperti laptop, Smart TV atau interactive flat panel (IFP), dan infocus sebagai media utama penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, peserta didik, dan menciptakan suasana belajar yang lebih kreatif dan inovatif.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Lesson Study Kelas V SD Negeri 0605 Simanuldang Alwi Hamdani Hasibuan; Rahma Sari Harahap; Mancar; Nurhayati Siregar
Dirosah Islamiyah Vol 1 No 2 (2026): April
Publisher : Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the research results, it can be concluded that: (1) The learning independence of class V students of SD Negeri 0605 Simanuldang pre-cycle is still low, namely 6 students or 20.00% learning independence is "very good", 5 students or 16.67% learning independence is "good", 10 students or 33.33% learning independence is "sufficient", 5 students or 16.67% learning independence is "less", and 4 students learning independence is "very lacking". (2) The increase in student learning independence through lesson study class V SD Negeri 0605 Simanuldang cycle I has begun to increase, namely 10 students or 33.33% learning independence is "very good", 8 students or 26.67% learning independence is "good", 9 students or 30.00% learning independence is "sufficient", 3 students or 10.00% learning independence is "less", there are no more students learning independence is "very lacking". In cycle II, the learning independence of fifth grade students of SD Negeri 0605 Simanuldang has increased, namely 18 students or 60.00% learning independence "very good", 12 students or 40.00% learning independence "good", no students learning independence "sufficient", no students learning independence "less", no students motivation "very less". So it can be concluded that through lesson study can improve the learning independence of fifth grade students of SD Negeri 0605 Simanuldang
Pengaruh Metode Pembelajaran Diskusi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SDN 0501 Hutanopan Desa Gunung Manobot Chindy Lestari Hasibuan; Abdullah Umar Harahap; Dede Asmia Cahaya Psb; Masleni Hasibuan; Wahyuni Siregar; Nurhayati Siregar
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v4i2.2103

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran di kelas masih sering didominasi metode konvensional yang menyebabkan partisipasi siswa dalam pembelajaran kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode pembelajaran diskusi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI SDN 0501 Hutanopan, Desa Gunung Manobot. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 40 siswa sebagai responden yang dipilih secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket berskala Likert yang terdiri atas 15 indikator penerapan metode diskusi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan skor aktual, skor ideal, nilai rata-rata, dan persentase pencapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi memperoleh skor aktual sebesar 2.606 dari skor ideal 3.000, dengan nilai rata-rata 4,34 atau 86,87%, yang termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa metode diskusi mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan bertukar pendapat, menyampaikan argumentasi, menganalisis informasi, dan memecahkan masalah secara kolaboratif. Implementasi metode diskusi juga berkontribusi terhadap berkembangnya indikator kemampuan berpikir kritis, seperti kemampuan memberikan penjelasan, menganalisis informasi, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen, dan menyusun strategi pemecahan masalah. Dengan demikian, metode pembelajaran diskusi dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar
Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Metode Kolaboratif Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Aisa Siregar; Ali Yusril Nasution; Erlin Erlin; Nur Adida Lubis; Siti Azizah; Nurhayati Siregar
Edukatif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v4i2.2094

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang masih menghadapi berbagai kendala pada jenjang sekolah dasar, terutama rendahnya kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menyusun paragraf yang koheren, serta terbatasnya partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui perspektif Zone of Proximal Development (ZPD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 0101 Sibuhuan. Informan penelitian terdiri atas dua guru Bahasa Indonesia dan 25 siswa kelas V yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan open coding, kategorisasi, pembentukan tema, dan interpretasi data. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui terbentuknya interaksi belajar yang lebih aktif, pemerataan partisipasi, pemberian peer scaffolding, serta meningkatnya tanggung jawab individual dalam penyelesaian tugas kelompok. Perspektif ZPD memperlihatkan bahwa siswa dengan kemampuan lebih tinggi berperan sebagai more capable peer yang membantu teman sekelompok mengembangkan ide, memperbaiki struktur tulisan, dan meningkatkan kualitas hasil menulis. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran kolaboratif tidak hanya ditentukan oleh kerja kelompok, tetapi juga oleh pengelolaan pembagian peran, kualitas interaksi, dan pemberian scaffolding secara terstruktur oleh guru.
Dampak Media Sosial Terhadap Kemampuan Menulis Siswa SD Negeri 0101 Sibuhuan Nurhayati Siregar; Ardianti Rukmana Psb; Eni Amaliyah Nasution; Indah Maulida Sari; Windi Annisyah Musthafa
Khidmat Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i2.2093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak media sosial terhadap kemampuan menulis siswa SD Negeri 0101 Sibuhuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri 0101 Sibuhuan Tahun Ajaran 2025/2026 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes menulis. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji korelasi Product Moment Pearson, serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,678 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan kemampuan menulis siswa dengan kategori kuat dan positif. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,460 yang berarti penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 46,0% terhadap kemampuan menulis siswa, sedangkan 54,0% dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan minat membaca.
Pengaruh "Sosialisasi Terkait Bahaya Pernikahan di Bawah Umur (Usia Dini)" Terhadap Pemahaman Remaja Mengenai Bahaya Pernikahan Dini di MAN 2 Padang Lawas Mancar; Risky Hamdan; Arfin Hasibuan; Nurhayati Siregar; Muhammad Junaidi Dermawan; Ali Bonar; Ahmad Romadon; Fitri Linanda
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fmng4k63

Abstract

Pernikahan di bawah umur masih menjadi permasalahan serius di Indonesia karena berdampak pada kesehatan, psikologis, pendidikan, serta masa depan remaja. Minimnya pemahaman tentang risiko pernikahan dini mendorong perlunya sosialisasi di  MAN 2 Padang Lawas, sebagai upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman remaja mengenai bahaya pernikahan usia dini melalui sosialisasi yang interaktif, edukatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan yang menyeluruh tentang dampak kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi dari pernikahan dini serta menumbuhkan kesadaran pentingnya melanjutkan pendidikan dan menunda usia perkawinan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi kelompok, peresentasi power point, pemutaran video edukasi, serta tanya jawab. Strategi pelaksanaan dilaksanakan dengan melibatkan guru sebagai pendamping. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan hal ini terbukti dari hasil uji hipotesis mengunakan uji t menunjukkan bahwa nilai thitung = 1,994, dengan taraf α  = 0,05 dengan derajat kebebasan (df) 16-1=15, hasil di peroleh ttabel = 1,753. Hasil perhitungan di peroleh thitung > ttabel = 1,994> 1,753 sesuai dengan ketentuan dasar pengambilan keputusan bahwa Ho ditolak Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara "Sosialisasi Terkait Bahaya Pernikahan Di Bawah Umur (Usia Dini)" Terhadap Pemahaman Remaja Mengenai Bahaya Pernikahan Dini Di MAN 2 Padang Lawas. Dampaknya bagi masyarakat adalah tumbuhnya kesadaran untuk menolak praktik pernikahan usia dini serta meningkatnya dukungan sekolah dan keluarga dalam membimbing remaja agar lebih siap menghadapi masa depan. Dengan demikian, sosialisasi ini terbukti efektif sebagai upaya edukatif dalam menekan angka pernikahan dini dikalangan remaja.
Peran Filsafat dalam Memahami Transformasi Sosial dan Budaya Ummu Mutia Pasaribu; Fitri Lannora Nst; Dania Nasution; Rezki Khairani Hasibuan; Anggina Safitri; Dini Khairani Hasibuan; Anita Sari Daulay; Alwi Sahaf Lubis; Nurhayati Siregar
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12172

Abstract

The demographic bonus represents a strategic opportunity for Indonesia to accelerate national development toward the Indonesia Golden Vision 2045. However, its successful realization largely depends on the quality of substantive democracy. This study aims to analyze the relationship between the demographic bonus and substantive democracy and their implications for national development. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from government documents, reports of international organizations, books, and peer-reviewed scientific journals, and were analyzed through content analysis involving literature selection, interpretation, and critical synthesis. The findings indicate that the demographic bonus cannot be optimally transformed into sustainable development without democratic, transparent, accountable, and participatory governance. Democratic backsliding, characterized by weakened civil institutions, declining public participation, and the strengthening of oligarchic practices, may hinder human capital development, employment opportunities, and inclusive economic growth. Therefore, strengthening substantive democracy is essential as a prerequisite for maximizing the demographic bonus and achieving sustainable national development toward Indonesia Golden Vision 2045.
The Influence of the Intelligence Mapping Presentation Learning Model on the Learning Interest of Fourth Grade Students at SD Negeri 0105 Sibuhuan Rani Astria Silvera Harahap; Rifati Suhaila Siregar; Nurhayati Siregar
Indo Journal of Multidisciplinary Science Vol 2 No 2 (2026): In Press
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out: (1) how interested in learning grade IV students at SD Negeri 0105 Sibuhuan are. (2) what is the influence of the intelligence mapping presentation learning model on the learning interest of class IV students at SD Negeri 0105 Sibuhuan. The type of research used by researchers is the experimental method. The essence of experimental research. The data collection techniques used are questionnaires, tests and documentation. The sample in this study was 36 students consisting of 18 students from class IV-A experimental class and 18 students from class IV-B control class with data analysis techniques using normality tests, homogeneity tests and hypothesis tests. Based on the results of the research carried out by the researcher, it can be concluded that (1) The interest in learning of class IV students at SD Negeri 0105 Sibuhuan at the pre-test stage obtained an average of 48.72 in the experimental class and the average post-test score. experimental class test was 80.83. Meanwhile, the average pre-test result for the control class was 43.16 and the average post-test result for the control class was 49.94. Thus the average of the experimental class is higher than the control class. (2) Test the hypothesis using the T test and the calculation results show that the Tcount value is 2.03 when compared with Ttable at a significance level of 5% or 0.05 with degrees of freedom (dk) = 16 which is 1.74. Based on these data, Tcount is greater than Ttable or (2.03 > 1.74), so Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is a significant influence of the intelligence mapping presentation learning model on the learning interest of class IV students at SD Negeri 0105 Sibuhuan.         This is an open access article under the CC–BY-SA