Kinerja karyawan merupakan penentu penting kualitas layanan pada bisnis minimarket karena karyawan garis depan bekerja dalam tekanan target, rutinitas operasional, dan interaksi langsung dengan pelanggan. Penelitian ini menganalisis pengaruh keadilan kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan minimarket di Solo Raya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan 40 responden karyawan minimarket aktif yang dipilih melalui purposive sampling dengan masa kerja minimal tiga bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 3. Hasil model pengukuran menunjukkan validitas konvergen dan konsistensi internal yang memadai: nilai outer loading berada pada rentang 0,719–0,867, Average Variance Extracted 0,643–0,656, composite reliability 0,900–0,905, dan Cronbach’s alpha 0,861–0,869. Model struktural menghasilkan nilai R² sebesar 0,749 untuk kinerja karyawan. Keadilan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (β = 0,607; t = 3,417; p = 0,001), sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan secara statistik (β = 0,323; t = 1,782; p = 0,075). Temuan menunjukkan bahwa pada sampel yang diteliti, persepsi atas keadilan kompensasi lebih menentukan kinerja dibandingkan motivasi kerja semata. Manajemen minimarket perlu memprioritaskan sistem kompensasi yang transparan, proporsional, dan sensitif terhadap kontribusi kerja, disertai penguatan motivasi nonfinansial secara berkelanjutan.