Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pertanian Sirkular Zero Waste Melalui Pemanfaatan Limbah Padi Menjadi Biochar dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Sri Wahyuni Basoka; Rachmi Hariaty Hasan; Andi Awaluddin; Minggu Lestari Ningsih; Eko Aprianto Johan
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.648

Abstract

Limbah padi merupakan salah satu masalah lingkungan yang krusial di sektor pertanian. Dengan meningkatnya kebutuhan produk pangan dan perhatian terhadap keberlanjutan, pengelolaan limbah padi menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan padi dalam sistem pertanian sirkular zero waste. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, manfaat penggunaan limbah padi ini adalah memberikan input pertanian bernilai tambah yang mampu memperbaiki sifat tanah serta mendukung keberlanjutan produksi pangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (20 g biochar/polybag), P2 (20 g biochar + 10 g pupuk organik/polybag), P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serta kandungan C-organik tanah. Hasil analisis menunjukkan pengaruh sangat nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman, dengan P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). sebagai perlakuan terbaik, sedangkan P0 memberikan hasil terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.), yang tercermin dari peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Perlakuan kombinasi biochar dan pupuk organik pada P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag) memberikan hasil paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kombinasi tersebut mampu memperbaiki kondisi media tanam menjadi lebih porus, aeratif, dan kaya unsur hara, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman secara lebih baik.
Pengolahan Ekoenzim dari Limbah Kulit Buah menjadi Pupuk Organik Cair dalam Mewujudkan Sektor Pertanian Rendah Karbon (Low-Carbon Agricultura) di Desa Konda Satu Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Gusnawaty HS; Rachmi Hariaty Hasan; Resman Resman; Suriana Suriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2273

Abstract

The chemical dependency of farmers in Konda Satu Village and the accumulation of fruit peel waste potentially trigger greenhouse gas emissions. This Community Service (PKM) program aims to transfer science and technology in processing fruit peel waste into eco-enzyme as an environmentally friendly liquid organic fertilizer (POC). The implementation method was based on a participatory, educational, and applicative approach through socialization, direct technical guidance demonstrations, and field mentoring. The results of the activity showed a significant increase in community capacity, marked by more active participation in practicing eco-enzymes. This program also successfully compiled a practical guidebook and produced ready-to-use liquid fertilizer to stimulate a closed-loop agricultural system. In conclusion, this PKM activity has tangibly improved farmers' technical skills in processing waste into organic inputs toward low-carbon agriculture.