Dedi Krismiadi
Universitas Mandala waluya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Perawatan Post Operasi Katarak Dedi Krismiadi; Asbath Said; Ferti Yatna; Hasniah Dina; Apriyanti
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v9i1.486

Abstract

Cataracts occur due to clouding of the eye lens, which causes obstruction of light entering the eyeball and results in impaired vision. To prevent complications, cataract surgery is necessary. However, if postoperative cataract care is not properly managed, complications such as infection may occur. Family support plays an important role in helping maintain patients' health and accelerating the recovery process of postoperative cataract patients. This study aimed to determine the relationship between family support and treatment adherence among postoperative cataract patients at RSUD Bahteramas. This study used a quantitative research method with a cross-sectional study design. The population consisted of 1,027 patients, and the sample size in this study was determined using the Sugiyono formula, resulting in 84 respondents selected through purposive sampling technique. Statistical analysis using the chi-square test obtained a p-value of 0.000. This means that there is a significant relationship between family support and treatment adherence among postoperative cataract patients at Bahteramas Regional Hospital, Southeast Sulawesi Province. In addition, the phi coefficient (φ) value of 0.60 indicated that the relationship between family support and treatment adherence was strong. In conclusion, good family support can increase patient motivation, help remind patients to take medication, and ensure that patients follow postoperative care recommendations, thereby accelerating the healing process and preventing complications.
Pengaruh Pemberian Terapi Bermain Mewarnai Gambar Terhadap Penurunan  Tingkat Kecemasan Hospitalisasi Pada Anak Pra Sekolah Di RSUD  Kota Baubau Wa Ode Aisa Zoahira; Dedi Krismiadi; Nazaruddin Nazaruddin; Hasniah Dina; Wa Ode Rahmadania
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1707

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu keadaan yang mengharuskan anak tinggal di rumah sakit untuk menjalani pengobatan dan perawatan. Masalah yang dapat terjadi pada anak prasekolah (3-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi adalah kecemasan. Salah satu cara untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan pemberian terapi bermain mewarnai gambar. Terapi bermain mewarnai gambar adalah salah satu jenis terapi bermain yang efektif untuk mengekspresikan perasaan anak yang mengalami hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap penurunan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak pra sekolah di RSUD Kota Baubau. Jenis penelitian menggunakan pre experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan sampel sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi faces anxiety scale (FAS) for children. Analisa data dengan uji wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p= 0.000<0.05 menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan ada pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap penurunan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah di RSUD Kota Baubau tahun 2021. Diharapkan kepada para perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya terapi bermain sebagai salah satu intervensi yang efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak pra sekolah.